Pustakaku

Jalani, Tapi Jangan Sendiri

Copyright Anik Nur Azizah. Powered by Blogger.
  • Beranda
  • Cerita
  • Wisata
  • Warung Kopi
  • Librarian Corner
  • Bucin Time

Baca juga: Wajah Baru Kokambar (Kopi Kampung Ambarukmo)

"Mendaki gunung, lewati lembah . . . " nyebur sungai sampai ke samuderanya jangan. Melalui perjalanan

mendaki gunung, sampai puncaknya kita akan mendapatkan pemandangan yang indah, termasuk menaiki puncak sosok. Puncak sosok merupakan salah satu destinasi wisata para pencari sunset di Bawuran, Bantul yang dapat dikategorikan sebagai tempat yang baru.  Sekitar 9 km dari Janti atau blok-O, alamatnya bisa dicari di google maps, InsyaAllah valid hingga 90% asal ada kuota. Keberadaan destinasi Puncak Sosok mulai dikelola pada tahun 2017 dan baru mulai ramai beberapa waktu terakhir. Faktor "U-sia" menjadi salah satu sebab Puncak Sosok "muda" belum banyak pengunjung, karena pada awal dibuka akses jalan menuju Puncak Sosok 'kecil' masih dalam perbaikan. Awalnya, jalan menuju Puncak Sosok hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, kemudian dengan adanya perbaikan jalan sekarang Puncak Sosok dapat diakses menggunakan kendaraan roda empat.
Tidak ada biaya retribusi masuk Puncak Sosok, cukup membayar parkir 5k untuk roda dua. (Pas musim liburan, atau suka-suka pengelola)

KEISTIMEWAAN PUNCAK SOSOK


Seperti tempat ngesunset pada umumnya, Puncak Sosok menawarkan ketinggian, bukan tinggi hati maupun darah tinggi, melainkan tempat yang tinggi karena memang berada di puncak bukit. Pada waktu sore pengunjung dapat menyaksikan matahari terbenam hari mulai malam, dan malamnya akan dapat menyaksikan pemandangan seperti di bukit bintang. "Njuk istimewanya apa mbak?".  Keistimewaan Puncak Sosok, karena di tempat ini pengunjung dapat melihat puluhan sapi secara liar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Kapan lagi bisa lihat sapi dalam jumlah banyak kan? Tapi tenang, bau sampah tidak akan tercium dari Puncak Sosok. Skip
Keistimewaan Puncak Sosok ada pada lokasinya yang berada di puncak bukit, dengan konsep lahan yang menurun seperti tribun dengan layar dan panggung kecil di depan. Beberapa warung unik juga menjadi ciri khas tersendiri dari Puncak Sosok. Pada waktu tertentu, pengelola menampilkan live music yang lagunya enak untuk dimakan. Dan cemilan yang enak untuk didengar. *Kebalik min. Beberapa spot foto juga tersedia, namun diharap untuk tidak berfoto terlalu romantis, untuk menjaga perasaan para jomblo yang meramaikan Puncak Sosok. Pesan layanan masyarakat ini disponsori dan disampaikan oleh pengunjung yg lain------

HARGA MENU MAKANAN DAN MINUMAN


Prinsip bawa bekal di tempat wisata agar irit tidak berlaku di Puncak Sosok. Harga jajanan dan minuman terbilang cukup murah, tidak sebanding dengan perjuangan bakulnya membawa makanan tersebut sampai Puncak Sosok, terharu. Beberapa menu yang ditawarkan :
Indomie Biasa             5k
Indomie Komplit        8k
Pop mie.                      7k
Gorengan 1porsi         5k (isi 6 biji)
Sego Wiwit                 2.5k

Sego wiwit ini sendiri menjadi salah satu khas dari Puncak Sosok. Nasi gurih bungkus kecil, dengan lauk kering tempe dan sambel, enak.

Harga minuman standar, 3-5k, tergantung teh, jeruk, atau minuman saschet lainnya. Tersedia juga wedang uwuh dan wedang jahe yang dapat menghangatkan badan dari dinginnya sikap dia.

Tips:
Bagi Anda yang suka bersepeda, Puncak Sosok menjadi tempat yang tepat untuk bersepeda dan sering digunakan untuk event beberapa komunitas sepeda.
Bagi Anda yang mengendarai motor matic, pastikan kondisi motor sehat. Dikhawatirkan, motor kuat sampai atas, tapi bingung pas turun karena rem kurang sehat.
Bagi Anda yang suka berfoto, jangan lupa bawa kamera yang bagus agar hasil foto juga maksimal.
Bagi Anda yang bersama pasangan, harap dijaga baik-baik agar tidak tertinggal.
Bagi Anda yang tidak mendapatkan tempat duduk dan lupa tidak membawa tikar, ada persewaan tikar 5k pertikar-nya

Selamat menikmati liburan murah, sehat dan sempurna di Jogja. Sampai jumpa di pelaminan.



Foto ketika admin PPL di UiTM, Malaysia
Jurusan kuliahku enggak keren, tapi hidup harus selalu sabar dan syukur.

     Memasuki awal semester kayak gini, mestinya banyak mahasiswa baru yang kemudian bangga dengan kampusnya. Namun, ada juga yang malah g kuliah, bukan karna tidak diterima atau tidak mampu bayar kuliah, tapi karena 'males, gak suka jurusannya'. Pernah ngalamin? Ya, saya mengalaminya, 'enggak suka sama jurusannya', bedanya saya tetap kuliah sampai lulus. Ya kayak semacam cinta yang dipaksa, akhirnya menikah juga. 

     Ceritanya, karena terlalu idealis nilai matematika di bangku sekolah yang hampir tidak pernah jelek, saya pengen jadi guru matematika melalui kuliah pendidikan matematika. SNMPTN saya mendaftar pendidikan matematika di UNY dan di UNS sebagai pilihan kedua. Tapi saya ditolak. Kemudian mendaftar melalui jalur reguler UIN-Suka, tetap pendidikan matematika pada pilihan pertama, dan Ilmu Perpustakaan pada pilihan kedua atas rekomendasi kakak. Dan hasilnya, saya ditolak pendidikan matematika untuk yang ketiga kali. Sedikit mengenaskan, tapi setidaknya saya diterima dipilihan kedua, Ilmu Perpustakaan. 
Suka sama jurusannya? Ya, kampusnya sih Suka Suka aja, karna emang UIN-Suka, tapi awalnya, jurusannya tidak suka. Gimana mau suka, tau aja enggak. Jangankan tetangga pada nanya, saya aja yang mau kuliah bingung 'iki jurusan opo, kuliahe ngopo, kerjane ngono, emange penting??'. Berbekal Ridhallah Ridhalwalidian, akhirnya saya juga lulus walaupun awalnya enggak suka jurusannya. Bapak saya sudah ridho yang penting saya kuliah, ya mau gimna lagi? haha.Karena males jurusannya gak keren, bahkan sampai lulus pun saya kuliah berangkat selalu telat, dan sampainya dikelas tidur. Tapi, sisi keren dari kuliah itu sebenernya kita sendiri yang mencari.

      Selama kuliah saya harus bersabar menerima keadaan. Gimana enggak, saya satu-satunya alumni dari SMA saya yang kuliah di UIN, yang lain kuliah di kampus bergengsi, di UGM, UNY, UNDIP, ITB, IT telkom dsb, dengan jurusan yang keren juga pastinya. Di UIN sebenernya bakal ngerasa keren juga kalo jurusannya ekonomi, biologi, matematika, hukum, dan sejenisnya. Tapi ini, Ilmu Perpustakaan. Ketika temen-temen pada cerita betapa keren mereka kuliah, saya diem aja karna merasa g keren. Sama tetangga juga diomongin, 'anak.e kae kuliah opo.e, SMA.ne neng kono kog neng UNY wae ra ketompo'. Sabarnya harus tebel, sabar dengerin ocehan orang dan sabar jelasin kuliahnya ngapain aja biar g terlalu dihina, haha.

Tapi saya banyak bersyukur kuliah dijurusan Ilmu Perpustakaan. 
-Syukur karena biaya, bayangin aja, kuliah sppnya 600rb persrmester, dan 100rb buat praktikum, total 700rb persemesternya, ini bukan karna apa-apa, tapi emang segitu biayanya, baik anak petani, buruh, pns, konglomerat, juragan empang, pengusaha bakso krikil dan anak pejabat, bayarnya ya sekitar segitu. Di SMA saya dulu 600rb itu cuman spp buat 2 bulan. Kuliah 600rb, jangankan buat bayar wifi fakultas, buat beli pewangi ruangan di kelas aja masih kurang. 
-Syukur, karena mata kuliahnya tidak terlalu membuat pusing, tidak banyak laporan tentunya. Kecuali beberapa mata kuliah terkait informatika yang muter otak harus menguasai koding sampe laptop eror tiba-tiba enggak kuat dual boothing itu udah biasa. Ya mana tahu kan, kuliah perpustakaan bakal install aplikasi koding atau buat SI. Jadi kadang beli laptop sekedar beli enggak mikir spekulasi buat aplikasi berat. 
-Syukur, saya mendapatkan kesempatan bisa praktik lapangan sampe negara orang. Awal kuliah bayangin aja enggak kan. Ilmu Perpustakaan, jurusan yang kalo dibayangin kayak pojokan ruangan, ada lemari dan sawangen, bisa-bisanya ngirim mahasiwa tukang tidur ini ke negara orang.
Tapi saya bisa belajar banyak hal dari Ilmu Perpustakaan, tentang bagaimana ilmu itu ada, bagaimana menjaganya, baagaimana cara mudah mencarinya, berperan dalam literasi informasi dan jadi tahu betapa kerennya perpustakaan, walaupun saya sendiri kadang masih malas baca buku.

      Semua ada hikmahnya, ya memang iya. Ketika apa yang kita tentukan tidak tercapai, Allah lebih tahu mana yang baik untuk kita. 'Ana uriidu, wa anta turiidu, Wallahu ya'lamu maa yuriid'. Allah tahu yang terbaik untuk kita dan tahu kemampuan kita. Jadi, kalian anak-anak maba yang males kuliah karna jurusannya enggak keren, coba jalani aja dulu, jangan langsung putusin aja. Sisi keren dari kuliah itu kita sendiri yang nyari. 


Goodluck buat maba-maba yang ada, jalani aja dulu kuliah kalian . . . 

Mengeluh tipis kadang perlu biar tidak terlalu se-pa-neng. 

 ini merupakan postingan lanjutan dari postingan tentang kokambar sebelumnya. Harusnya di edit aja kan, tapi admin sayang dan gak punya konten, jadi nulis konten pengembangan aja. hahaha
Baca juga: Kopi Kali Petung

Kokambar selama edisi Ramadan (bisa jadi seterusnya juga, suka-suka warungnya) menyajikan menu yang berbeda dari biasanya. Biasanya nasi pecel, nasi telur, nasi goreng, ya gitu, di bulan Ramadan ini kokambar berinovasi seperti beberapa warkop lainnya, yakni kokambar menyediakan takjil gratis. Tapi intinya bukan itu, kokambar menyediakan menu prasmanan dengan menu masakan Jawa. Selain menyediakan masakan Jawa, ada juga menu sup buah dengan potongan stroberi di gelasnya, ya, gak penting juga, karna yang penting adalah informasi rasa dan harga. 

Harga Menu Kokambar Edisi Ramadan


Menu kokambar termasuk bervariasi, dibanding dengan menu di Kopi Galia Merapi yang sebelumnya pernah admin kunjungi. Selama bulan Ramadan, kokambar menambah menu newbie seperti:

Sup buah/es buah                            15k

Menu Prasmanan

Nasi Sayur (All Variant)                   8k
(lumayan bonus sambel)
untuk lauk
Tahu/tempe bacem @item             2k
Telur goreng                                    4k
Ayam goreng (gak beli ayam)

Selama edisi Ramadan, baru bisa order pukul 16.30 WIB, sebelumnya bisa tadarus dulu daripada rasan-rasan. Yang penting ada takjil gratisnya (jiwa anak kos).

Untuk menu stok lama, harganya tetap, yakni :

Teh tubruk, rosella, lemontea dll     5-8k
Milkshake                                          15k
Kopi Tubruk, Kopi susu cangkir     5-10k
Jus (jambu paling murah)                7-15k

Harga cemilan dan makanan juga tetap
Tahu, tempe cocol                           8k
Pisang bakar/goreng                       8-12k
(tergantung topping)
Singkong goreng                              7-9k
(sayangnya jarang ada, padahal ini menu favorit admin, karna murah)

Nasi goreng                                     15k
Nasi Pecel tahu/telur/ayam         9-15k
Nasi Sop Jamur/ayam                    9-15k
Mie rebus/Goreng                          8-12k
(tergantung pake telur, spesial, atau istimewa padahal dia nganggep biasa aja)

Settingan tempatnya juga sedikit berbeda, musholanya lebih luas dan pindah tempat di sisi barat. Tempat bagian dalam juga diperluas. Bangku di luar yang tadinya melintang jadi membujur. Yang masih sama adalah hubungan kita yang temenan aja gak lebih. Selain itu, yang masih tetap sama, kereta dan pesawat juga masih banyak yang lewat samping kokambar (rutenya emang situ min, rel juga gak mungkin pindah)

Semoga puasa kalian berkah . . . 

   
      Menyapa mantan sudah biasa, sesekali menyapa merapi meskipun tengah erupsi. Sambil menikmati kopi, dinginnya Kaliurang menjadi romantis. Walaupun sesekali merapi malu-malu berselimut awan, tetap saja 'ngopi'di suasana dinginnya Merapi menjadikan rasa kopi dan cemilan beberapa tingkat lebih nikmat. 
      Ada banyak tempat ngopi di kawasan Merapi, dan yang paling terkenal yakni Warung Kopi Merapi. Dengan view Merapi yang gagah, tempat ini sangat menarik, namun antriannya yang naúdzubillah bisa membuat hipertensi kumat. Dari pesan sampai orderan datang bisa sampai 2 jam, itu juga kalau pelayannya tidak lupa, kalo lupa bisa lebih lama. Untuk itu, saya mengurungkan niat ngopi di Warung Kopi Merapi dan memutuskan untuk ngopi di area sekitarnya. Dan pada akhirnya, saya mampir di Kopi Galia Merapi.

     Bangunan di Kopi Galia Merapi cukup unik, instagramable untuk foto-foto, tergantung modelnya juga. Berjarak sekitar 200 meter di sebelah timur Warung Kopi Merapi, kalau sudah terlanjur parkir di Warung Kopi Merapi kendaraannya bisa ditinggal saja, dan jalan kaki. Jarang-jarang kan, jalan di area wisata melewati gapura The Lost World dan stonehenge. Tapi jangan kaget, jika tiba-tiba Jeep lewat kurang dari sejengkal dari kuping.
  
Baca juga: Kopi Kali Petung

HARGA MENU DI KOPI GALIA MERAPI


     Beberapa jenis minuman olahan kopi tersedia di Kopi Galia Merapi, akan tetapi makanannya tidak terlalu banyak. Harganya juga cukup murah, yang pasti singkong gorengnya enak. Berikut menu dan harga di Kopi Galia Merapi :

Harga Kopi Galia 7k
-Robusta
-Arabica
-Cappucino (enak banget)

Harga Gayo Arabica 15k
-Wine Coffee
-Blend Coffee
-Pea Coffee
-Pea Berry Coffee
-Long Berry Coffee
-Speciality Coffee

Harga Gayo Arabica 18k
-Luwak Coffe

Harga Snack
- Pisang Panir         6k
- Pisang Goreng     7k
- Singkong Goreng 5k
- Kentang Goreng   7k
- Nasi Goreng        10k

     Kopinya enak, snacknya juga endes, bangunan keren, dingin sembribit. Hanya saja, view merapinya ketutupan bukit jadi agak gimana gitu. 
Luangkan sedikit waktu untuk pergi ke suatu tempat yang sepi dari hiruk pikuk riuhnya kota Jogja. Suroloyo, salah satu tempat yang mungkin tepat untuk sedikit menenangkan diri, dan mungkin juga sedikit cocok untuk semehdi.  Dinginnya suhu udara di Suroloyo yang seperti sikap dia, juga sangat berbeda dengan hangatnya keluarga di rumah. Tentunya sangat berbeda dengan Jogja yang mulai panas. Dengan menempuh perjalanan 36 KM dari titik 0 KM Jogja, kita dapat merasakan sensasi jalanan aspal yang sangat seksi. Menanjak, menurun, menikung, dengan jalanan yang sempit.

Perjalanan menuju Suroloyo cukup curam, jadi pastikan kendaraan dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun. Sesampainya di Suroloyo kita dapat menaiki tangga menuju puncak tertinggi di perbukitan menoreh, yakni puncak Suroloyo yang tingginya mencapai 1.019 mdpl. Pastikan sehat jiwa dan raga, karena menaiki tangga menuju puncak Suroloyo juga memerlukan sedikit stamina. Dari puncak Suroloyo kita dapat melihat candi Borobudur dan gereja Ayam, asalkan kabut belum turun.

Jangan lupa menyiapkan baterai kamera karena Suroloyo menyajikan puncak yang sangat cantik untuk mengabadikan momen. Di parkiran juga terdapat 4 patung tokoh wayang, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Nah, yang paling penting siapkan uang jajan untuk membeli secangkir kopi dan semangkuk Ind*mie. Makan semangkuk Ind*mie mungkin adalah hal yang biasa, karena Warmindo juga banyak. Akan tetapi, makan Ind*mie di salah satu kedai di Suroloyo bisa jadi sangat nikmat, didukung dengan udara yang sangat dingin, dan embun. 

HARGA MENU KEDAI KOPI SUROLOYO


Ada beberapa kedai di sekitar Suroloyo, tapi yang saya coba adalah satu kedai yang paling dekat dengan pintu masuk. Dari kedai ini, viewnya cukup bagus, dan yang pasti harganya murah (itulah tujuan mahasiswa). 
Barapa harga menunya? berikut beberapa daftar menu kopi di kedai Suroloyo pada Desember 2018 :

Kopi Robusta tubruk    5.000
Kopi Robusta saring     9.000
Kopi Arabica tubruk     8.000
Kopi Arabica saring    12.000
Kopi Latte                  12.000
Chocolate Original       8.000
Matcha Greentea Ori    8.000
Matcha Greentea Latte 12.000
Teh Tubruk                   3.000
Teh Poci Suroloyo       10.000
Wedang Uwuh               5.000
Wedang Jahe                 5.000

Nah, selain kopi, kedai ini menyediakan Ind*mie, yang bisa dibilang murah juga.
Indomie Tanpa Telur   5.000
Indomie Telur             8.000
sama kayak harga di burjo(Warmindo), tidak semahal di tempat wisata lainnya yang tanpa telur bisa sampai 9.000

Jika tidak suka Ind*mie, terdat beraneka gorengan 500-an seperti mendoan, bakwan dan tahu susur yang disajikan masih dalam keadaan panas. Ada juga 'gebleg', makanan khas Kulonprogo dan Purworejo disediakan disini. Bukan tentang kopi dan Ind*mie nya, tapi lebih pada suasana yang syahdu sambil melepas penat di tempat ini. Bersama keluarga maupun teman-teman,dinginnya Suroloyo ya tetap dingin. 

Setelah dari Suroloyo, kita juga bisa mampir di kebun teh Nglinggo, yang pasti suasananya membuat betah dan ingin kembali lagi kesana. Jalanannya? jangan ditanya, tetap seksi, menanjak, menurun dan menikung, sempit, kabut tebal, jarang rumah penduduk, suara jangkrik dan kodok yang membuat perjalanan sedikit horor, seperti bukan di area DIY. Sebisa mungkin, jangan sampai kehabisan bensin atau ban bocor, gak tau bakal seperti apa endingnya. Jarak yang lumayan jauh untuk sampai sehingga perlu menyiapkan waktu dan teman, jangan pergi sendiri. 

Ku lepas dikau pahlawan
Ku relakan dikau berjuang
Demi keagungan Negara
Kanda pergi ke medan jaya

Bila kanda teringat
Ingatlah adik seorang
Jadikan daku semangat
Terus maju pantang mundur

Air mataku berlinang
Karena bahagia
Putra pertama lahir sudah
Kupintakan nama padamu pahlawan

Sembah sujud Ananda
Dirgahayulah kakanda
Jayalah dikau pahlawan
Terus maju pantang mundur
Nah loh, gimana coba kopi Panggang tapi tidak dipanggang. Ya walaupun pembuatan kopi memang disangrai juga. haha

Panggang yang dimaksud bukan dipanggang di atas bara api, melainkan 'Panggang' merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Untuk sampai ke tempat ini, akses jalannya cukup mudah, asal kuota tersedia untuk akses google maps, bisa dipastikan tidak akan kesasar. Kemungkinan kesasar ya ke hatinya people we can't have aja. Kondisi jalan cukup menanjak, tidak sebesar jalan kota, tapi jalannya cukup mulus seperti pantat bayi. 

Perjalanan menggunakan motor, pastikan remnya sehat. Apalagi  perjalanan menggunakan mobil, pastikan mobil kuat ngegas sampai atas dan jangan lupa membawa 'ganjel' untuk mengantisipasi mobil yang kurang good, karena jalanan menuju kopi Panggang juga dilalui truk angkutan ketela bahkan batu. Jalanan yang menanjak dan menikung, serta dilalui truk juga sehingga cukup sulit bagi pengendara mobil untuk nyalib, jadi ya sabar saja. Perjalanan dari Janti (bagi yang tau aja) 28 km atau sekitar 45 menit apabila jalanan lancar dan tidak macet. Kalau jalanan macet ya, bismillah, berdoalah semoga macetnya terkondisikan. 
 
Baca juga : Kopi Kali Petung

Setalah nanjak gunung, sampai di Kopi Panggang biasanya pengunjung tidak langsung pesan, tetapi transit foto-foto dulu. Karena memang tempatnya yang mendukung untuk mengambil moment berupa ikon tugu yang terdapat mobil ngetril di puncak tugu (gambar cari sendiri di google). Fasilitas Mushola yang sangat bagus untuk ukuran warung kopi. Jika terasa kemalaman untuk pulang, tersedia homestay di Kopi Panggang ini. 

Harga Menu di Kopi Panggang


Kopi Panggang menyajikan menu kopi yang disajikan menggunakan gelas bathok (terbuat dari tempurung kelapa). Sayur khas desa juga tersedia disini, seperti sayur lodeh, 'Jangan Lombok' yang Gunungkidul banget, sambel bawang, gudeg daun pepaya dan oseng. Untuk harga menunya tidak sesuai yang banyak di upload di google, entah sejak kapan mengalami kenaikan tidak dipublikasikan, tapi masih terjangkau dengan kisaran sebagai berikut:
-Kopi hitam dihargai 8k
-Kopi Susu dihargai 11k
- Es Teh/Es Jeruk 3k

Menu makanan dihitung terpisah, kayak mainan di toko sebelah :
-Nasi 2k 
-Sayur @7k (lodeh 7k, oseng 7k, jangan lombok 7k) agak mahal sih untuk ukuran satu jenis sayur doang 7k
-Tahu/Tempe 2k
-Telor 4k
-Ayam-ayaman yaaa, lupa

Nasi yang ditawarkan juga tidak hanya nasi putih, tapi juga ada nasi merah dan nasi tiwul yang Gunungkidul banget tentunya.

Semakin malam semakin syahdu sebenarnya, karena angin yang sembribit menambah tambah dingin. Namun, Kopi Panggang hanya buka sampai jam 22.00 WIB. Pastikan lampu kendaraan aman ketika pulang, karena jalanan belum ada pencahayaan dan masih gelap gulita segelap kenangan kita. 

Akhir kata, jangan sendiri kalau ngopi, bakalan sepi
Newer Posts Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

My photo
Anik Nur Azizah

Anik Nur Azizah
Ekamas 48
Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga
View my complete profile

Follow us

Facebook  Twitter  Instagram 

POPULAR POSTS

  • Tak Perlu Basa Basi untuk Nongkrong di Kafe Basabasi
    Terlalu banyak basa basi sampai dia jadi milik orang itu sudah biasa terjadi. Pergi ke Kafe Basabasi untuk menepi, menyepi, sendiri dan ...
  • Menikmati Sore di Kopi Kampung Ambarukmo (KoKamBar) : nonton kereta dan pesawat lewat
    Baca juga : Kopi Kali Petung Melepas penat setelah pulang kerja atau kuliah terkadang perlu dilakukan oleh sebagian orang. Banyak...
  • Review Pengiriman Barang Via Wahana Prestasi Logistik
          Awalnya berkirim surat maupun barang bisa dilakukan melalui kantor pos. Namun kemudian, semua berubah ketika negara api menyerang. No...
  • Alasan Pohon Pulai Ditanam Di Gedung Perpustakaan
    Kenapa? karena semua butuh alasan, meskipun cinta tak butuh alasan. Bahkan menanam pohon saja juga ada alasan yang mendasarinya. Di Balai ...
  • Upacara Adat Cing-Cing Goling, Kisah Pelarian Kerabat Majapahit
    photo by: radarjogja "Cing-cing Goling", berasal dari menyingsingkan atau dalam bahasa Jawa "Cincing", dan "Go...
  • Kopi Panggang yang tidak dipanggang, dilengkapi Tiwul khas Gunungkidul
    Nah loh, gimana coba kopi Panggang tapi tidak dipanggang. Ya walaupun pembuatan kopi memang disangrai juga. haha Panggang yang dimaks...
  • Pameran Literasi dan Budaya #idks 2015
    photo by Sri Rohyanti      Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kembali menggelar ...
  • Wajah Baru Kokambar
    Photo by Dimas Catur      Saking menariknya KoKamBar (Kopi Kampung Ambarukmo), admin mereview sampai ketiga kalinya. Ekhem, dapet payun...
  • Islam Cinta di Kafe BasaBasi Sorowajan bersama Habib Husen Ja'far Hadar
    photo from twitter @arcotransept Malam Minggu admin kali ini 7/9/2019 sedikit berfaedah dengan nongkrong di Kafe Basabasi. Yang biasany...
  • Mojok di PW Coffeeshop with Kongdjie
         Biasanya admin suka ngopi sendiri di tempat ngopi yang besar dengan harga standar, seperti warkop di daerah Sorowajan. Kenapa? karen...

Categories

  • Bucin Time
  • Cerita
  • IDKS
  • Librarian Corner
  • Warung Kopi
  • Wisata

Blog Archive

  • ▼  2020 (7)
    • ▼  October (2)
      • Mampir Kopi n Susu Kembang Sawah
      • Review Pengiriman via JNE, Alhamdulillah Selalu Am...
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (4)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2014 (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
  • ►  2009 (1)
    • ►  March (1)

Total Pageviews

>

About Me


Anik Nur Azizah
Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia
ziezzhakky@gmail.com

Popular Posts

  • Tak Perlu Basa Basi untuk Nongkrong di Kafe Basabasi
    Terlalu banyak basa basi sampai dia jadi milik orang itu sudah biasa terjadi. Pergi ke Kafe Basabasi untuk menepi, menyepi, sendiri dan ...
  • Menikmati Sore di Kopi Kampung Ambarukmo (KoKamBar) : nonton kereta dan pesawat lewat
    Baca juga : Kopi Kali Petung Melepas penat setelah pulang kerja atau kuliah terkadang perlu dilakukan oleh sebagian orang. Banyak...
  • Review Pengiriman Barang Via Wahana Prestasi Logistik
          Awalnya berkirim surat maupun barang bisa dilakukan melalui kantor pos. Namun kemudian, semua berubah ketika negara api menyerang. No...

Copyright © 2019 Pustakaku.

Created by Anik Nur Azizah

Theme By Anik Nur Azizah