Pustakaku

Jalani, Tapi Jangan Sendiri

Copyright Anik Nur Azizah. Powered by Blogger.
  • Beranda
  • Cerita
  • Wisata
  • Warung Kopi
  • Librarian Corner
  • Bucin Time
Terlalu banyak basa basi sampai dia jadi milik orang itu sudah biasa terjadi. Pergi ke Kafe Basabasi untuk menepi, menyepi, sendiri dan meratapi tanpa perlu basa basi. *Karepmu mbakmin

Di daerah Sorowajan sendiri, banyak warung kopi berjejer sepanjang jalan, dan salah satu yang 'eyescatching' adalah Kafe Basabasi yang selalu ramai dengan lahan parkir yang bisa dipake untuk futsal.
Baca juga: kopi Kali Petung

Kenapa Kafe Basabasi?
Diantara kafe yang ada di Jogja pada umumnya, Kafe Basabasi dapat dipertimbangkan untuk jadi tongkrongan rutin, karena

1. Kafe Basabasi Menyediakan Wifi Gratis
Kafe Basabasi menyediakan wifi gratis, akan tetapi harus tetap login. Akses hati dia butuh permisi, apalagi login Wifi kan. Akan tetapi, ada maksimal penggunaan data apabila menggunakan wifi gratis. Apabila ingin akses yang lebih cepat, pengunjung kafe ini dapat membeli voucher internet dengan limit jam, dan harganya juga termasuk terjangkau. Mantab jaya.

2. Buka Pagi Tutup Pagi (bukan 24 Jam)
Bagi kalian mahasiswa yang takut pulang ke kosan karena belum bayar bulanan kos, bisa memanfaatkan Kafe Basabasi untuk tempat berteduh sementara, jangan setiap hari juga. Lumayab kan, Kafe Basabasi buka dari jam 8 pagi sampai jam 4 pagi. Biasanya banyak anak organisasi yang berkumpul di kafe ini untuk sekadar berdiskusi, maupun sekadar nongkrong hingga lewat tengah malam, bahkan sampai kafe tutup..

3. Harga yang Terjangkau
Sangat terjangkau malah untuk ukuran kafe, ada beragam minuman, snack, dan menu makanan. 
Harga minuman berkisar 3 Ribu-15 Ribu, diantaranya :
Kopi Susu, Susu Kopi, Kopi Tanggung 5-8rb
Es Kopi Susu                                           8rb
Aneka Jus                                              10rb
Susu                                                       6-10rb
Selain itu, masih banyak menu minuman lainnya, admin lupa foto menunya saking banyaknya, yang pasti sangat terjangkau. Kepepetnya akhir bulan butuh wifi gratis, modal es teh 3rb bisa nongkrong di Kafe Basabasi.
Untuk makanan ringan, dan makanan berat juga tersedia. 
Harga cemilan sekitar 7-12rb, tergantung cemilannya. Terdapat tahu cocol, mendoan, jamur skripsi, pisang, roti bakar dengan berbagai macam topping.
Makanan seperti Indomie juga murah bingit, tanpa telor 7rb dan dengan telor 9rb. Ada juga menue 'Mie-Ga' alias Indomie-Ganda yang porsinya lebih besar, tapi bayarnya lebih hemat. Anak kos banget. Nasi telor dan beragam nenasian mulai 6rb, tergantung lauk. Nasi goreng mulai 11rb dan enak rasanya. 

4. Mushola Nyaman
Beberapa tempat nongkrong menyediakan tempat sholat yang kadang seadanya. Akan tetapi, Kafe Basabasi ini cukup memprioritaskan tempat ibadah yang bersih dan nyaman dibanding kafe lainnya. Basabasi juga termasuk kafe yang religius, ada rutinan maulid burdah tiap rabu malam. Jadi bagi kalian yang sangat butuh siraman rohani dan ketenangan hati agar jin-jin di dalam diri lari, nongkronglah di Basabasi Sorowajan tiap Rabu malam. Maulid burdah ini tidak mewajibkan pengunjung kafe untuk mengikutinya, tapi bagi Anda-anda yang ingin turut serta, dipersilahkan dengan senang hati. Sudah ngopi, ada wifi, dapat siraman rohani, paket komplit kan.

5. Tempat Luas
Basabasi di Sorowajan dan Nologate tempatnya lumayan nyaman karena menyediakan tempat yang luas. Sehingga pengunjung tidak perlu takut kehabisan kursi. Ada kursi, ada lesehan, mau 'glundungan' di parkiran juga boleh saking luasnya. 

6. Terdapat Book Corner
Nikmat kafe mana lagi yang kau dustakan. "kalo tidak salah" Kafe Basabasi satu company dengan Penerbit Diva dan Basabasi. Disini pergi ngopi sendiri bukan masalah. Selain pesan kopi, untuk menemani kesendirian Kafe Basabasi menyediakan book corner, yang bukunya boleh dipegang, dipinjam, tapi jangan dibawa pulang. Atau bisa jadi buku referensi skripsimu ada di Basabasi? atau jodohmu? rejekimu? atau bahkan takdirmu? 




Kafe Basabasi memiliki 4 cabang yang Insyaallah buka setiap harinya. 
1. Kafe Basabasi Sorowajan
Jl. Sorowajan Baru, Tegal Tanda, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198

2. Kafe Basabasi Nologaten
Jatempanol, Nologaten, Caturtunggal, Depok Sub-District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55765

3. Kafe Basabasi Kragilan (UAD Terpadu)
Jl. Ki Ageng Pemanahan, Kragilan, Tamanan, Kec. Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55675

4. Kafe Angkringan Basabasi
Jl. Karanglo, Jl. Purbayan, Plumbon, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198


Kunjungi dan tahu rasa kopinya.



Kenapa? karena semua butuh alasan, meskipun cinta tak butuh alasan. Bahkan menanam pohon saja juga ada alasan yang mendasarinya. Di Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY tepatnya di Gedung Grhatama Pustaka, terdapat pohon yang sangat unik yang ditanam di bagian tengah gedung. Pohon tersebut bernama pohon pulai atau biasa disebut dengan pohon pule. Pohon yang memiliki nama ilmiah Alstonia scholaris ini tidak hanya ditanam di tengah gedung, akan tetapi juga di depan gedung, disamping gerbang dan beberapa titik lainnya. Jumlah pohon pulai di lingkungan Grhatama Pustaka berjumlah 8 pohon, dengan ukuran yang berbeda. 

Dari sebuah perbincangan singkat bersama Bapak Agus Tirto, salah satu PNS di lingkungan DPAD DIY, pohon pulai ditanam dilingkungan Balai Layanan Perpustakaan memiliki filosofi tersendiri, diantaranya:

1. Batang pohon pulai lurus, memberikan arti hidup yang lurus. Tidak berbelok pada sesuatu hal yang salah. 
2. Setiap dahannya selalu bercabang 4, yang memiliki arti keadilan pada setiap penjuru mata angin. Seperti minaret yang berada di Grhatama Pustaka yang juga berjumlah 4.
3. Memiliki rasa pahit, sehingga pohon tetap bagus tidak didekati dan rusak oleh serangga. Menggambarkan perjalanan kehidupan yang harus ditempuh dengan perjuangan yang berat atau bisa dikatakan 'pahit', agar kehidupan dikemudian menjadi manusia yang berhasil.
4. Memiliki arti bagi pendidikan, bermanfaat bagi sekolah. Seperti sebuah pepatah bahwa "perpustakaan adalah pembelajaran sepanjang hayat". Ditanamnya pohon pulai di Balai Layanan Perpustakaan sebagai simbol bahwa perpustakaan sebagai media penunjang pendidikan dari berbagai lembaga pendidikan. 
5. Memiliki sebutan dalam banyak bahasa.
6. Pohon Pulai menggambarkan sebuah nasionalisme. Nama dari PULAI memiliki keterkaitan dengan lagu Indonesia Raya. Dimana hurup vokal pada pohon pulai yakni U-A-I, sesuai dengan sajak lagu Indonesia Raya stansa 1,2, dan 3. Dimana stansa 1 bersajak U, stansa 2 bersajak A, dan stansa 3 bersajak I.
7. Merobohkan pemikiran masa lalu, dimana pohon pulai dianggap sebagai pohon yang memiliki penunggu. Ditanamnya pohon pulai di salah satu layanan umum untuk merobohkan mindset bahwa pohon adalah pohon yang angker.
8. Menjaga kestabilan lingkungan. Pohon pulai merupakan jenis pohon yang memiliki rongga di dalam batangnya. Sehingga, ketika sedang musim hujan, air dapat mengalir di dalam batang dan disimpang. Pada musim kemarau tiba, pohon pulai tidak akan kekurangan air dan tetap hijau. 
9. Ditanam di tengah gedung memberikan arti 'keseimbangan' bahwa manusia juga berada di tengah pada dirinya. Sehingga menusia tidak perlu 'minder' akan dirinya sendiri. 

Selain pohon pulai, di Grhatama Pustaka juga terdapat beberapa jenis tanaman lain, bahkan pohon kersen atau talok, yang buahnya dapat dinikmati oleh pengunjung perpustakaan. Menanam pohon adalah menanam cinta. Cinta bagi alam dan cinta pada semua makhluk. Jika menanam cinta pada manusia dapat ditolak, pohon tidak akan pernah menolak cintamu. 

Caution!! 'Tulisan ini bukanlah artikel ilmiah, tetapi artikel argumen tentang sedikit pengetahuan admin berkaitan dengan kepustakawanan dan dunia perpustakaan" 

Perpustakaan merupakan tempat mencari sumber informasi, seperti yang telah diketahui oleh masyarakat umum. Terdapat beberapa jenis perpustakaan, salah satunya perpustakaan umum, seperti tempat admin bekerja. ehem. Ya, admin merupakan salah satu staff layanan di Perpustakaan Daerah salah satu provinsi di Indonesia. Tepuk tangan. Kerjaan di perpustakaan umum apa saja mbak? Banyak, karena di bagian Layanan Sirkulasi, admin harus melayani sirkulasi peminjaman-pengembalian, penelusuran, pencarian buku di rak, pencarian jodoh di sela-sela rak kalo ada. Terkadang memberikan referensi buku apa yang sesuai dengan apa yang pemustaka cari, nah, ini yang agak rumit. Staff layanan tidak memiliki ilmu kebatinan yang  nantinya buku yang dicari benar-benar 'plek' sesuai dengan kebutuhan informasi pemustaka.

Pemustaka? ya, gampangnya disebut pengunjung perpustakaan, biasa juga disebut user atau pengguna, bukan pengguna narkoba pastinya. Menurut Undang-undang No.43 Tahun 2007 bisa dicari sendiri definisi dari pemustaka secara lebih detil. Kebutuhan informasi setiap pemustaka berbeda, terlebih di Perpustakaan Umum. Pemustaka di perpustakaan umum mulai dari 0 bulan sampai sekian ratus tahun. Dari siswa, mahasiswa, bapak ibu guru, dosen, juragan tahu bulat, komunitas arisan, ibu-ibu posyandu, bapak-bapak club karambol, juragan empang, juragan teri, pemilik atm banyak tapisaldo 0, sampai juga berbagai kalangan yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Saking heterogen-nya pemustaka di perpustakaan umum, terkadang banyak kejadian yang ada aja. Sebagai staff layanan pastinya harus bisa nahan emosi, tapi yang paling susah adalah nahan ketawa atas kelucuan dan keunikan pemustaka yang selalu tak terduga. 

Pemustaka di perpustakaan umum dituntut untuk dapat mencari buku secara mandiri. Lha terus kerjanya staff layanan apa? Kalau ada staffnya kenapa harus mencari buku sendiri, kan bisa minta tolong? nah, ini yang salah.Sebenarnya staff layanan hanyalah 'membantu' pemustaka dalam pencarian informasi. Bayangkan, dalam satu hari pemustaka bisa sampai 300-500 orang dengan staff layanan sekali sift 5 orang, tidak mungkin kan one user one staff, butuh berapa staff jika hal itu terjadi. backsound lagu Opick. Oleh karena itu, agar pemustaka dapat melakukan pencarian secara mandiri, perpustakan umum perlu melaksanakan 'Pendidikan Pemustaka". 

Pelaksanaan Pendidikan Pemustaka (User Education)

Pendidikan pemustaka menurut ODLIS (Online Dictionary of Library and Information Science) didefinisikan sebagai kegiatan yang mencangkup pembelajaran tentang bagaimana pemustaka memanfaatkan koleksi perpustakaan, layanan, dan fasilitas, baik secara formal maupun non-formal cara penyampaian yang dilakukan oleh pustakawan maupun staff perpustakaan , baik secara perorangan maupun dalam sebuah kelompok. Meskipun hubungan kita tidak memiliki tujuan, menurut Lasa-HS, pendidikan pemustaka memiliki beberapa tujuan, yakni:
  • Memanfaatkan jasa informasi yang tersedia
  • Mengoptimalkan sarana dan fasilitas
  • Mencapai terwujudnya masyarakat informasi
  • Ikut berperan dalam proses pendidikan
  • Mengefektifkan dan mengefisiensikan pencarian informasi


Dalam pelaksanaannya, pendidikan pemustaka di perpustakaan secara umum terdapat beberapa tingkatan. Pendidikan pemustaka dilaksanakan dengan beberapa tahap tingkatan, yakni:
1. Library Orientation
     Library orientation merupakan tingkatan pertama dan pendidikan pemustaka, dengan mengenalkan orientasi dasar perpustakaan. Pemustaka akan dikenalkan dengan hal dasar seperti letak ruangan layanan, kamar mandi, kantin, jam layanan, prosedur peminjaman-pengembalian, pendaftaran anggota dan kontak perpustakaan. Di perpustakaan umum, library orientation ini sangat penting, terlebih untuk perpustakaan dengan gedung yang besar, beberapa pemustaka bisa jadi masih bingung dengan letak ruang, pintu masuk-keluar dan beberapa hal mendasar lainnya. 

2. Library Instruction
     Pada tingkat Library Instruction, pemustaka sudah mulai familiar dengan perpustakaan. Pemustaka mulai diajarkan bagaimana melakukan penelusuran informasi secara mandiri dengan buku petunjuk, sistem temu kembali informasi. Di beberapa perpustakaan umum penelusuran informasi sudah tidak lagi menggunakan katalog kartu, tetapi sudah mulai menggunakan OPAC (Online Public Access Catalogue) sehingga, pencarian buku dapat lebih cepat dan lebih mudah.

3. Bibliographic Instruction

     Tingkat Bibliographic Instruction, staff memberikan pendidikan pemustaka dengan intensif, seperti memberikan pengarahan informasi organisasi, tipe referensi untuk dokumentasi, cara pembuatan laporan penelitian dan lain sebagainya. Staff layanan seperti memberikan bimbingan atau pengajaran olah informasi yang telah didapatkan oleh pemustaka. 

Sebenarnya masih ada tingkatan yang lebih tinggi, sampai pada literasi informasi.Akan tetapi, secara umum, tingkatan pendidikan pemustaka sebagaimana 3 tingkatan tersebut. Untuk pelaksanaannya, pendidikan pemustaka dilakukan secara formal maupun non-formal. Berbeda dengan perpustakaan perguruan tinggi maupun di perpustakaan sekolah yang melaksanakan pendidikan pemustaka secara terjadwal, pelaksanaan pendidikan pemustaka di perpustakaan umum dilakukan secara kondisional.

Pendidikan Pemustaka Formal

Pendidikan pemustaka bisa dilakukan secara formal, yakni dengan memberikan panduan pada sekelompok kunjungan. Biasanya dilakukan secara terjadwal, mulai dari pemaparan materi tentang perpustakaan dan juga nantinya pemustaka akan diajak berkeliling perpustakaan atau wisata pustaka. Pemustaka secara langsung akan dikenalkan dengan ruang layanan, fasilitas, cara pencarian buku dan bagaimana cara peminjaman sampai pengembalian. 

Pendidikan Pemustaka Non-Formal

Pendidikan pemustaka secara non formal dapat dilakukan kondisional, baik oleh perorangan maupun kelompok. Pemustaka secara spontan dapat langsung bertanya kepada staff layanan, dan staff layanan akan memberikan pengajaran kepada pemustaka. 

Pelajaran bagi pemustaka yang baru pertama kali menginjakkan kaki di perpustakaan, bertanyalah kepada staff layanan jika baru pertama kali berkunjung dan butuh bantuan. Tidak semua staff layanan belajar koding  dan sandi morse sehingga peka pada setiap tingkah pemustaka, sudah berapa kali pemustaka datang, atau bahkan belum pernah sama sekali. Tanyakan bagaimana cara pencarian buku, bukan mengacak-acak di rak. Tanyakan berapa nomor panggil bukunya, dan staff akan membantu mengarahkan dimana letak buku. Tanyakan berapa nomor hape mbaknya, biar ada notif yang masuk. Bersabarlah apabila sirkulasi sedang padat dan antri ketika meminta bantuan, staff bukan Naruto yang punya jurus seribu bayangan, bukan juga Bandung Bondowoso yang bisa membangun 999 candi dalam waktu semalaman. 

Ketika staff mengeluarkan sedikit nada tinggi, berarti sedang berlatih lagu seriosa, bukan karena emosi. Tanyakan apa saja, yang penting bukan masalah hati. Sekian, kami tunggu kedatangan kalian di perpustakaan . . 
Kunjungi dan jadi tahu dunia 



BacaJuga : Review Pengiriman via JNE
     Sudah menjadi kebiasaan malam minggu semehdi di rumah atau di kosan sendiri, dan dibully. Malam minggu kali ini, mencoba malam mingguan dengan cara baru, yakni dengan mendaki gunung yang agak beneran. Ini pertama kali mendaki gunung di ketinggian lebih dari 2.000 Mdpl. Sebelumnya juga pernah mendaki, di Gunungkidul, Gunung Langgeran, Gunung Turgo, dan Puncak Suroloyo . . . . bukan gunung, bukit kali mbak . . .

     Untuk pertama kalinya, admin mendaki Gunung Prau pada Sabtu-Mingu, 22-23 Juni 2019, pada saat musim kemarau yang sangat dingin di pulau Jawa, tapi tetep sikap dia lebih dingin. Pertama kali mendaki, di keramaian, tetap kedinginan, karena menurut akun instagram @prau2590mdpl pada waktu tersebut suhu Dieng mencapai -5 derajat Celcius. Suhu Gunung Prau waktu tersebut tidak dapat admin pantau karena tidak ada signal, tapi kurang lebih ya tetep tidak tahu. Untungnya, admin sudah membawa peralatan dan perlengkapan komplit mendaki agar tidak kedinginan, tapi tetap saja, badan kaku-kaku.


     Karena tidak ingin ada berita "Lebih mengutamakan membawa skincare dibanding perlengkapan mendaki, seorang pendaki ditemukan hipotermia dalam keadaan glowing", admin lupa tidak bawa seperangkat peng-glowing wajah duniawi. Yang di dapat dari hasil pendakian ini, lelah iya, muka kusam, kering, bersisik, hitam dan iritasi. Tapi seneng banget pastinya. Inilah pentingnya membawa pelembab, handbody, pembersih wajah wa akhowatuha. Karena udara puncak Prau dingin, kering dan matahari bersinar terang di siang hari tetap membuat kulit terbakar.

     Awalnya gimana bisa mendaki di musim kemarau yang dingin ini? ya, awalnya coba-coba, lama-lama ketagihan . . . gak gitu juga. Karena gabut dan butuh pelarian, akhirnya memutuskan nekat mendaki padahal admin lemah, tanpa dia. Lumayan kan libur kantor 2 hari, berangkat Dhuhur dari Jogja, sampai basecamp Patak Banteng jam 5, lanjut naik dari jam 17.30 WIB, sampai puncak pukul 21.00 WIB. Kog lama? iya admin bisa jelasin, jiwa-jiwa yang lemah seperti admin ini butuh kepastian disetiap tanjakan. Meresapi setiap perjalanan, membayangkan betapa indahnya mendaki bersandingan, tapi semua itu hanya angan. Bayangnya semu, hanya ada ragu dan rindu yang tak saling berpadu. Akhirnya, ditemukan seorang pendaki pemula halu, yang setiap sepuluh langkah sekali duduk terpaku. Ini sesi inti tulisan pada artikel kali ini, sesi curhat. 


     Terus? terus? terus? banting kiri mbak, pol!siip. Sampai puncak sudah penuh tenda, mencari tanah bidang sembari mencium harum-harum Indomie goreng rendang, ayam geprek, iga penyet, cakalang, ikan asin, ikan wader, teri dan varian Indomie lainnya dari tenda-tenda pendaki lain. Setelah ketemu, bangun rumah tangga, dan hidup bahagia selamanya. Ya, pahamkan, bangun tenda. Yang lain ngopi, admin kerubutan sendiri, niat tidur, tapi malah melek semalaman karena kedinginan, sampai subuh. 

     Seperti adat pada umumnya, keluar tenda lihat tenda pendaki lain yang sudah kayak camp pasar malam saking ramainya. Ada bianglala, ombak banyu, kora-kora, penjual martabak, kerak telor, sate kere ada juga, dibatin aja tapi ya. Mungkin karena malam minggu. Lanjut memantau sunrise, foto-foto, masak, bikin teh, sarapan. Ngobrol dengan penghuni tenda yang lain, berbagi sarapan, berbagi cerita tapi tidak berbagi hati, karena gak ada peralatan medis kayak ruangan operasi. Turun jam 11.00 WIB, nah ini yang salah. Matahari bersinar terang, suhu dingin, udara kering, berdebu, sunblock kagak bawa, akhir kata, wassalam pada perawatan selama ini. Nyampe bawah, makan, kagak mandi, pulang. Ditanya pengen muncak lagi? jelas pengen, tapi takut, takut kedingingan. Sikap dia sudah dingin, jangan ditambah lagi.

     Mesti banget dipersiapkan sebelum muncak, yakni jiwa raga yang sehat dan kuat, peralatan yang lengkap, bekal yang memadai. Jangan lupa bawa harga diri, dan obat-obatan pribadi. Skincare jangan lupa, minimal vaselin petroleum jelly dan hand&body. Bawa gebetan sepertinya tidak terlalu diperlukan, apalagi kagak peka, wis, jangan. Yang penting bawa teman yang sabar dan perhatian. Tapi, jangan makan teman. 

      Jangan lupa jaga kebersihan, bawa kembali sampah kalian. Ikuti aturan dari basecamp. Kita bukan apa-apa tanpa alam. Jaga dia tetap lestari, layaknya Tuhan mengasihi kita tanpa tapi. 

     See ya on top. Walaupun hanya sebatas teman, tetaplah perhatian, jangan sampai kalah sama mantan. 


Baca juga: Wajah Baru Kokambar (Kopi Kampung Ambarukmo)

"Mendaki gunung, lewati lembah . . . " nyebur sungai sampai ke samuderanya jangan. Melalui perjalanan

mendaki gunung, sampai puncaknya kita akan mendapatkan pemandangan yang indah, termasuk menaiki puncak sosok. Puncak sosok merupakan salah satu destinasi wisata para pencari sunset di Bawuran, Bantul yang dapat dikategorikan sebagai tempat yang baru.  Sekitar 9 km dari Janti atau blok-O, alamatnya bisa dicari di google maps, InsyaAllah valid hingga 90% asal ada kuota. Keberadaan destinasi Puncak Sosok mulai dikelola pada tahun 2017 dan baru mulai ramai beberapa waktu terakhir. Faktor "U-sia" menjadi salah satu sebab Puncak Sosok "muda" belum banyak pengunjung, karena pada awal dibuka akses jalan menuju Puncak Sosok 'kecil' masih dalam perbaikan. Awalnya, jalan menuju Puncak Sosok hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, kemudian dengan adanya perbaikan jalan sekarang Puncak Sosok dapat diakses menggunakan kendaraan roda empat.
Tidak ada biaya retribusi masuk Puncak Sosok, cukup membayar parkir 5k untuk roda dua. (Pas musim liburan, atau suka-suka pengelola)

KEISTIMEWAAN PUNCAK SOSOK


Seperti tempat ngesunset pada umumnya, Puncak Sosok menawarkan ketinggian, bukan tinggi hati maupun darah tinggi, melainkan tempat yang tinggi karena memang berada di puncak bukit. Pada waktu sore pengunjung dapat menyaksikan matahari terbenam hari mulai malam, dan malamnya akan dapat menyaksikan pemandangan seperti di bukit bintang. "Njuk istimewanya apa mbak?".  Keistimewaan Puncak Sosok, karena di tempat ini pengunjung dapat melihat puluhan sapi secara liar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Kapan lagi bisa lihat sapi dalam jumlah banyak kan? Tapi tenang, bau sampah tidak akan tercium dari Puncak Sosok. Skip
Keistimewaan Puncak Sosok ada pada lokasinya yang berada di puncak bukit, dengan konsep lahan yang menurun seperti tribun dengan layar dan panggung kecil di depan. Beberapa warung unik juga menjadi ciri khas tersendiri dari Puncak Sosok. Pada waktu tertentu, pengelola menampilkan live music yang lagunya enak untuk dimakan. Dan cemilan yang enak untuk didengar. *Kebalik min. Beberapa spot foto juga tersedia, namun diharap untuk tidak berfoto terlalu romantis, untuk menjaga perasaan para jomblo yang meramaikan Puncak Sosok. Pesan layanan masyarakat ini disponsori dan disampaikan oleh pengunjung yg lain------

HARGA MENU MAKANAN DAN MINUMAN


Prinsip bawa bekal di tempat wisata agar irit tidak berlaku di Puncak Sosok. Harga jajanan dan minuman terbilang cukup murah, tidak sebanding dengan perjuangan bakulnya membawa makanan tersebut sampai Puncak Sosok, terharu. Beberapa menu yang ditawarkan :
Indomie Biasa             5k
Indomie Komplit        8k
Pop mie.                      7k
Gorengan 1porsi         5k (isi 6 biji)
Sego Wiwit                 2.5k

Sego wiwit ini sendiri menjadi salah satu khas dari Puncak Sosok. Nasi gurih bungkus kecil, dengan lauk kering tempe dan sambel, enak.

Harga minuman standar, 3-5k, tergantung teh, jeruk, atau minuman saschet lainnya. Tersedia juga wedang uwuh dan wedang jahe yang dapat menghangatkan badan dari dinginnya sikap dia.

Tips:
Bagi Anda yang suka bersepeda, Puncak Sosok menjadi tempat yang tepat untuk bersepeda dan sering digunakan untuk event beberapa komunitas sepeda.
Bagi Anda yang mengendarai motor matic, pastikan kondisi motor sehat. Dikhawatirkan, motor kuat sampai atas, tapi bingung pas turun karena rem kurang sehat.
Bagi Anda yang suka berfoto, jangan lupa bawa kamera yang bagus agar hasil foto juga maksimal.
Bagi Anda yang bersama pasangan, harap dijaga baik-baik agar tidak tertinggal.
Bagi Anda yang tidak mendapatkan tempat duduk dan lupa tidak membawa tikar, ada persewaan tikar 5k pertikar-nya

Selamat menikmati liburan murah, sehat dan sempurna di Jogja. Sampai jumpa di pelaminan.



Foto ketika admin PPL di UiTM, Malaysia
Jurusan kuliahku enggak keren, tapi hidup harus selalu sabar dan syukur.

     Memasuki awal semester kayak gini, mestinya banyak mahasiswa baru yang kemudian bangga dengan kampusnya. Namun, ada juga yang malah g kuliah, bukan karna tidak diterima atau tidak mampu bayar kuliah, tapi karena 'males, gak suka jurusannya'. Pernah ngalamin? Ya, saya mengalaminya, 'enggak suka sama jurusannya', bedanya saya tetap kuliah sampai lulus. Ya kayak semacam cinta yang dipaksa, akhirnya menikah juga. 

     Ceritanya, karena terlalu idealis nilai matematika di bangku sekolah yang hampir tidak pernah jelek, saya pengen jadi guru matematika melalui kuliah pendidikan matematika. SNMPTN saya mendaftar pendidikan matematika di UNY dan di UNS sebagai pilihan kedua. Tapi saya ditolak. Kemudian mendaftar melalui jalur reguler UIN-Suka, tetap pendidikan matematika pada pilihan pertama, dan Ilmu Perpustakaan pada pilihan kedua atas rekomendasi kakak. Dan hasilnya, saya ditolak pendidikan matematika untuk yang ketiga kali. Sedikit mengenaskan, tapi setidaknya saya diterima dipilihan kedua, Ilmu Perpustakaan. 
Suka sama jurusannya? Ya, kampusnya sih Suka Suka aja, karna emang UIN-Suka, tapi awalnya, jurusannya tidak suka. Gimana mau suka, tau aja enggak. Jangankan tetangga pada nanya, saya aja yang mau kuliah bingung 'iki jurusan opo, kuliahe ngopo, kerjane ngono, emange penting??'. Berbekal Ridhallah Ridhalwalidian, akhirnya saya juga lulus walaupun awalnya enggak suka jurusannya. Bapak saya sudah ridho yang penting saya kuliah, ya mau gimna lagi? haha.Karena males jurusannya gak keren, bahkan sampai lulus pun saya kuliah berangkat selalu telat, dan sampainya dikelas tidur. Tapi, sisi keren dari kuliah itu sebenernya kita sendiri yang mencari.

      Selama kuliah saya harus bersabar menerima keadaan. Gimana enggak, saya satu-satunya alumni dari SMA saya yang kuliah di UIN, yang lain kuliah di kampus bergengsi, di UGM, UNY, UNDIP, ITB, IT telkom dsb, dengan jurusan yang keren juga pastinya. Di UIN sebenernya bakal ngerasa keren juga kalo jurusannya ekonomi, biologi, matematika, hukum, dan sejenisnya. Tapi ini, Ilmu Perpustakaan. Ketika temen-temen pada cerita betapa keren mereka kuliah, saya diem aja karna merasa g keren. Sama tetangga juga diomongin, 'anak.e kae kuliah opo.e, SMA.ne neng kono kog neng UNY wae ra ketompo'. Sabarnya harus tebel, sabar dengerin ocehan orang dan sabar jelasin kuliahnya ngapain aja biar g terlalu dihina, haha.

Tapi saya banyak bersyukur kuliah dijurusan Ilmu Perpustakaan. 
-Syukur karena biaya, bayangin aja, kuliah sppnya 600rb persrmester, dan 100rb buat praktikum, total 700rb persemesternya, ini bukan karna apa-apa, tapi emang segitu biayanya, baik anak petani, buruh, pns, konglomerat, juragan empang, pengusaha bakso krikil dan anak pejabat, bayarnya ya sekitar segitu. Di SMA saya dulu 600rb itu cuman spp buat 2 bulan. Kuliah 600rb, jangankan buat bayar wifi fakultas, buat beli pewangi ruangan di kelas aja masih kurang. 
-Syukur, karena mata kuliahnya tidak terlalu membuat pusing, tidak banyak laporan tentunya. Kecuali beberapa mata kuliah terkait informatika yang muter otak harus menguasai koding sampe laptop eror tiba-tiba enggak kuat dual boothing itu udah biasa. Ya mana tahu kan, kuliah perpustakaan bakal install aplikasi koding atau buat SI. Jadi kadang beli laptop sekedar beli enggak mikir spekulasi buat aplikasi berat. 
-Syukur, saya mendapatkan kesempatan bisa praktik lapangan sampe negara orang. Awal kuliah bayangin aja enggak kan. Ilmu Perpustakaan, jurusan yang kalo dibayangin kayak pojokan ruangan, ada lemari dan sawangen, bisa-bisanya ngirim mahasiwa tukang tidur ini ke negara orang.
Tapi saya bisa belajar banyak hal dari Ilmu Perpustakaan, tentang bagaimana ilmu itu ada, bagaimana menjaganya, baagaimana cara mudah mencarinya, berperan dalam literasi informasi dan jadi tahu betapa kerennya perpustakaan, walaupun saya sendiri kadang masih malas baca buku.

      Semua ada hikmahnya, ya memang iya. Ketika apa yang kita tentukan tidak tercapai, Allah lebih tahu mana yang baik untuk kita. 'Ana uriidu, wa anta turiidu, Wallahu ya'lamu maa yuriid'. Allah tahu yang terbaik untuk kita dan tahu kemampuan kita. Jadi, kalian anak-anak maba yang males kuliah karna jurusannya enggak keren, coba jalani aja dulu, jangan langsung putusin aja. Sisi keren dari kuliah itu kita sendiri yang nyari. 


Goodluck buat maba-maba yang ada, jalani aja dulu kuliah kalian . . . 

Mengeluh tipis kadang perlu biar tidak terlalu se-pa-neng. 

 ini merupakan postingan lanjutan dari postingan tentang kokambar sebelumnya. Harusnya di edit aja kan, tapi admin sayang dan gak punya konten, jadi nulis konten pengembangan aja. hahaha
Baca juga: Kopi Kali Petung

Kokambar selama edisi Ramadan (bisa jadi seterusnya juga, suka-suka warungnya) menyajikan menu yang berbeda dari biasanya. Biasanya nasi pecel, nasi telur, nasi goreng, ya gitu, di bulan Ramadan ini kokambar berinovasi seperti beberapa warkop lainnya, yakni kokambar menyediakan takjil gratis. Tapi intinya bukan itu, kokambar menyediakan menu prasmanan dengan menu masakan Jawa. Selain menyediakan masakan Jawa, ada juga menu sup buah dengan potongan stroberi di gelasnya, ya, gak penting juga, karna yang penting adalah informasi rasa dan harga. 

Harga Menu Kokambar Edisi Ramadan


Menu kokambar termasuk bervariasi, dibanding dengan menu di Kopi Galia Merapi yang sebelumnya pernah admin kunjungi. Selama bulan Ramadan, kokambar menambah menu newbie seperti:

Sup buah/es buah                            15k

Menu Prasmanan

Nasi Sayur (All Variant)                   8k
(lumayan bonus sambel)
untuk lauk
Tahu/tempe bacem @item             2k
Telur goreng                                    4k
Ayam goreng (gak beli ayam)

Selama edisi Ramadan, baru bisa order pukul 16.30 WIB, sebelumnya bisa tadarus dulu daripada rasan-rasan. Yang penting ada takjil gratisnya (jiwa anak kos).

Untuk menu stok lama, harganya tetap, yakni :

Teh tubruk, rosella, lemontea dll     5-8k
Milkshake                                          15k
Kopi Tubruk, Kopi susu cangkir     5-10k
Jus (jambu paling murah)                7-15k

Harga cemilan dan makanan juga tetap
Tahu, tempe cocol                           8k
Pisang bakar/goreng                       8-12k
(tergantung topping)
Singkong goreng                              7-9k
(sayangnya jarang ada, padahal ini menu favorit admin, karna murah)

Nasi goreng                                     15k
Nasi Pecel tahu/telur/ayam         9-15k
Nasi Sop Jamur/ayam                    9-15k
Mie rebus/Goreng                          8-12k
(tergantung pake telur, spesial, atau istimewa padahal dia nganggep biasa aja)

Settingan tempatnya juga sedikit berbeda, musholanya lebih luas dan pindah tempat di sisi barat. Tempat bagian dalam juga diperluas. Bangku di luar yang tadinya melintang jadi membujur. Yang masih sama adalah hubungan kita yang temenan aja gak lebih. Selain itu, yang masih tetap sama, kereta dan pesawat juga masih banyak yang lewat samping kokambar (rutenya emang situ min, rel juga gak mungkin pindah)

Semoga puasa kalian berkah . . . 

Newer Posts Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

My photo
Anik Nur Azizah

Anik Nur Azizah
Ekamas 48
Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga
View my complete profile

Follow us

Facebook  Twitter  Instagram 

POPULAR POSTS

  • Tak Perlu Basa Basi untuk Nongkrong di Kafe Basabasi
    Terlalu banyak basa basi sampai dia jadi milik orang itu sudah biasa terjadi. Pergi ke Kafe Basabasi untuk menepi, menyepi, sendiri dan ...
  • Menikmati Sore di Kopi Kampung Ambarukmo (KoKamBar) : nonton kereta dan pesawat lewat
    Baca juga : Kopi Kali Petung Melepas penat setelah pulang kerja atau kuliah terkadang perlu dilakukan oleh sebagian orang. Banyak...
  • Review Pengiriman Barang Via Wahana Prestasi Logistik
          Awalnya berkirim surat maupun barang bisa dilakukan melalui kantor pos. Namun kemudian, semua berubah ketika negara api menyerang. No...
  • Alasan Pohon Pulai Ditanam Di Gedung Perpustakaan
    Kenapa? karena semua butuh alasan, meskipun cinta tak butuh alasan. Bahkan menanam pohon saja juga ada alasan yang mendasarinya. Di Balai ...
  • Upacara Adat Cing-Cing Goling, Kisah Pelarian Kerabat Majapahit
    photo by: radarjogja "Cing-cing Goling", berasal dari menyingsingkan atau dalam bahasa Jawa "Cincing", dan "Go...
  • Kopi Panggang yang tidak dipanggang, dilengkapi Tiwul khas Gunungkidul
    Nah loh, gimana coba kopi Panggang tapi tidak dipanggang. Ya walaupun pembuatan kopi memang disangrai juga. haha Panggang yang dimaks...
  • Pameran Literasi dan Budaya #idks 2015
    photo by Sri Rohyanti      Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kembali menggelar ...
  • Wajah Baru Kokambar
    Photo by Dimas Catur      Saking menariknya KoKamBar (Kopi Kampung Ambarukmo), admin mereview sampai ketiga kalinya. Ekhem, dapet payun...
  • Islam Cinta di Kafe BasaBasi Sorowajan bersama Habib Husen Ja'far Hadar
    photo from twitter @arcotransept Malam Minggu admin kali ini 7/9/2019 sedikit berfaedah dengan nongkrong di Kafe Basabasi. Yang biasany...
  • Mojok di PW Coffeeshop with Kongdjie
         Biasanya admin suka ngopi sendiri di tempat ngopi yang besar dengan harga standar, seperti warkop di daerah Sorowajan. Kenapa? karen...

Categories

  • Bucin Time
  • Cerita
  • IDKS
  • Librarian Corner
  • Warung Kopi
  • Wisata

Blog Archive

  • ▼  2020 (7)
    • ▼  October (2)
      • Mampir Kopi n Susu Kembang Sawah
      • Review Pengiriman via JNE, Alhamdulillah Selalu Am...
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (4)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2014 (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
  • ►  2009 (1)
    • ►  March (1)

Total Pageviews

>

About Me


Anik Nur Azizah
Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia
ziezzhakky@gmail.com

Popular Posts

  • Tak Perlu Basa Basi untuk Nongkrong di Kafe Basabasi
    Terlalu banyak basa basi sampai dia jadi milik orang itu sudah biasa terjadi. Pergi ke Kafe Basabasi untuk menepi, menyepi, sendiri dan ...
  • Menikmati Sore di Kopi Kampung Ambarukmo (KoKamBar) : nonton kereta dan pesawat lewat
    Baca juga : Kopi Kali Petung Melepas penat setelah pulang kerja atau kuliah terkadang perlu dilakukan oleh sebagian orang. Banyak...
  • Review Pengiriman Barang Via Wahana Prestasi Logistik
          Awalnya berkirim surat maupun barang bisa dilakukan melalui kantor pos. Namun kemudian, semua berubah ketika negara api menyerang. No...

Copyright © 2019 Pustakaku.

Created by Anik Nur Azizah

Theme By Anik Nur Azizah