Pustakaku

Jalani, Tapi Jangan Sendiri

Copyright Anik Nur Azizah. Powered by Blogger.
  • Beranda
  • Cerita
  • Wisata
  • Warung Kopi
  • Librarian Corner
  • Bucin Time
   
      Menyapa mantan sudah biasa, sesekali menyapa merapi meskipun tengah erupsi. Sambil menikmati kopi, dinginnya Kaliurang menjadi romantis. Walaupun sesekali merapi malu-malu berselimut awan, tetap saja 'ngopi'di suasana dinginnya Merapi menjadikan rasa kopi dan cemilan beberapa tingkat lebih nikmat. 
      Ada banyak tempat ngopi di kawasan Merapi, dan yang paling terkenal yakni Warung Kopi Merapi. Dengan view Merapi yang gagah, tempat ini sangat menarik, namun antriannya yang naúdzubillah bisa membuat hipertensi kumat. Dari pesan sampai orderan datang bisa sampai 2 jam, itu juga kalau pelayannya tidak lupa, kalo lupa bisa lebih lama. Untuk itu, saya mengurungkan niat ngopi di Warung Kopi Merapi dan memutuskan untuk ngopi di area sekitarnya. Dan pada akhirnya, saya mampir di Kopi Galia Merapi.

     Bangunan di Kopi Galia Merapi cukup unik, instagramable untuk foto-foto, tergantung modelnya juga. Berjarak sekitar 200 meter di sebelah timur Warung Kopi Merapi, kalau sudah terlanjur parkir di Warung Kopi Merapi kendaraannya bisa ditinggal saja, dan jalan kaki. Jarang-jarang kan, jalan di area wisata melewati gapura The Lost World dan stonehenge. Tapi jangan kaget, jika tiba-tiba Jeep lewat kurang dari sejengkal dari kuping.
  
Baca juga: Kopi Kali Petung

HARGA MENU DI KOPI GALIA MERAPI


     Beberapa jenis minuman olahan kopi tersedia di Kopi Galia Merapi, akan tetapi makanannya tidak terlalu banyak. Harganya juga cukup murah, yang pasti singkong gorengnya enak. Berikut menu dan harga di Kopi Galia Merapi :

Harga Kopi Galia 7k
-Robusta
-Arabica
-Cappucino (enak banget)

Harga Gayo Arabica 15k
-Wine Coffee
-Blend Coffee
-Pea Coffee
-Pea Berry Coffee
-Long Berry Coffee
-Speciality Coffee

Harga Gayo Arabica 18k
-Luwak Coffe

Harga Snack
- Pisang Panir         6k
- Pisang Goreng     7k
- Singkong Goreng 5k
- Kentang Goreng   7k
- Nasi Goreng        10k

     Kopinya enak, snacknya juga endes, bangunan keren, dingin sembribit. Hanya saja, view merapinya ketutupan bukit jadi agak gimana gitu. 
Luangkan sedikit waktu untuk pergi ke suatu tempat yang sepi dari hiruk pikuk riuhnya kota Jogja. Suroloyo, salah satu tempat yang mungkin tepat untuk sedikit menenangkan diri, dan mungkin juga sedikit cocok untuk semehdi.  Dinginnya suhu udara di Suroloyo yang seperti sikap dia, juga sangat berbeda dengan hangatnya keluarga di rumah. Tentunya sangat berbeda dengan Jogja yang mulai panas. Dengan menempuh perjalanan 36 KM dari titik 0 KM Jogja, kita dapat merasakan sensasi jalanan aspal yang sangat seksi. Menanjak, menurun, menikung, dengan jalanan yang sempit.

Perjalanan menuju Suroloyo cukup curam, jadi pastikan kendaraan dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun. Sesampainya di Suroloyo kita dapat menaiki tangga menuju puncak tertinggi di perbukitan menoreh, yakni puncak Suroloyo yang tingginya mencapai 1.019 mdpl. Pastikan sehat jiwa dan raga, karena menaiki tangga menuju puncak Suroloyo juga memerlukan sedikit stamina. Dari puncak Suroloyo kita dapat melihat candi Borobudur dan gereja Ayam, asalkan kabut belum turun.

Jangan lupa menyiapkan baterai kamera karena Suroloyo menyajikan puncak yang sangat cantik untuk mengabadikan momen. Di parkiran juga terdapat 4 patung tokoh wayang, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Nah, yang paling penting siapkan uang jajan untuk membeli secangkir kopi dan semangkuk Ind*mie. Makan semangkuk Ind*mie mungkin adalah hal yang biasa, karena Warmindo juga banyak. Akan tetapi, makan Ind*mie di salah satu kedai di Suroloyo bisa jadi sangat nikmat, didukung dengan udara yang sangat dingin, dan embun. 

HARGA MENU KEDAI KOPI SUROLOYO


Ada beberapa kedai di sekitar Suroloyo, tapi yang saya coba adalah satu kedai yang paling dekat dengan pintu masuk. Dari kedai ini, viewnya cukup bagus, dan yang pasti harganya murah (itulah tujuan mahasiswa). 
Barapa harga menunya? berikut beberapa daftar menu kopi di kedai Suroloyo pada Desember 2018 :

Kopi Robusta tubruk    5.000
Kopi Robusta saring     9.000
Kopi Arabica tubruk     8.000
Kopi Arabica saring    12.000
Kopi Latte                  12.000
Chocolate Original       8.000
Matcha Greentea Ori    8.000
Matcha Greentea Latte 12.000
Teh Tubruk                   3.000
Teh Poci Suroloyo       10.000
Wedang Uwuh               5.000
Wedang Jahe                 5.000

Nah, selain kopi, kedai ini menyediakan Ind*mie, yang bisa dibilang murah juga.
Indomie Tanpa Telur   5.000
Indomie Telur             8.000
sama kayak harga di burjo(Warmindo), tidak semahal di tempat wisata lainnya yang tanpa telur bisa sampai 9.000

Jika tidak suka Ind*mie, terdat beraneka gorengan 500-an seperti mendoan, bakwan dan tahu susur yang disajikan masih dalam keadaan panas. Ada juga 'gebleg', makanan khas Kulonprogo dan Purworejo disediakan disini. Bukan tentang kopi dan Ind*mie nya, tapi lebih pada suasana yang syahdu sambil melepas penat di tempat ini. Bersama keluarga maupun teman-teman,dinginnya Suroloyo ya tetap dingin. 

Setelah dari Suroloyo, kita juga bisa mampir di kebun teh Nglinggo, yang pasti suasananya membuat betah dan ingin kembali lagi kesana. Jalanannya? jangan ditanya, tetap seksi, menanjak, menurun dan menikung, sempit, kabut tebal, jarang rumah penduduk, suara jangkrik dan kodok yang membuat perjalanan sedikit horor, seperti bukan di area DIY. Sebisa mungkin, jangan sampai kehabisan bensin atau ban bocor, gak tau bakal seperti apa endingnya. Jarak yang lumayan jauh untuk sampai sehingga perlu menyiapkan waktu dan teman, jangan pergi sendiri. 

Ku lepas dikau pahlawan
Ku relakan dikau berjuang
Demi keagungan Negara
Kanda pergi ke medan jaya

Bila kanda teringat
Ingatlah adik seorang
Jadikan daku semangat
Terus maju pantang mundur

Air mataku berlinang
Karena bahagia
Putra pertama lahir sudah
Kupintakan nama padamu pahlawan

Sembah sujud Ananda
Dirgahayulah kakanda
Jayalah dikau pahlawan
Terus maju pantang mundur
Nah loh, gimana coba kopi Panggang tapi tidak dipanggang. Ya walaupun pembuatan kopi memang disangrai juga. haha

Panggang yang dimaksud bukan dipanggang di atas bara api, melainkan 'Panggang' merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Untuk sampai ke tempat ini, akses jalannya cukup mudah, asal kuota tersedia untuk akses google maps, bisa dipastikan tidak akan kesasar. Kemungkinan kesasar ya ke hatinya people we can't have aja. Kondisi jalan cukup menanjak, tidak sebesar jalan kota, tapi jalannya cukup mulus seperti pantat bayi. 

Perjalanan menggunakan motor, pastikan remnya sehat. Apalagi  perjalanan menggunakan mobil, pastikan mobil kuat ngegas sampai atas dan jangan lupa membawa 'ganjel' untuk mengantisipasi mobil yang kurang good, karena jalanan menuju kopi Panggang juga dilalui truk angkutan ketela bahkan batu. Jalanan yang menanjak dan menikung, serta dilalui truk juga sehingga cukup sulit bagi pengendara mobil untuk nyalib, jadi ya sabar saja. Perjalanan dari Janti (bagi yang tau aja) 28 km atau sekitar 45 menit apabila jalanan lancar dan tidak macet. Kalau jalanan macet ya, bismillah, berdoalah semoga macetnya terkondisikan. 
 
Baca juga : Kopi Kali Petung

Setalah nanjak gunung, sampai di Kopi Panggang biasanya pengunjung tidak langsung pesan, tetapi transit foto-foto dulu. Karena memang tempatnya yang mendukung untuk mengambil moment berupa ikon tugu yang terdapat mobil ngetril di puncak tugu (gambar cari sendiri di google). Fasilitas Mushola yang sangat bagus untuk ukuran warung kopi. Jika terasa kemalaman untuk pulang, tersedia homestay di Kopi Panggang ini. 

Harga Menu di Kopi Panggang


Kopi Panggang menyajikan menu kopi yang disajikan menggunakan gelas bathok (terbuat dari tempurung kelapa). Sayur khas desa juga tersedia disini, seperti sayur lodeh, 'Jangan Lombok' yang Gunungkidul banget, sambel bawang, gudeg daun pepaya dan oseng. Untuk harga menunya tidak sesuai yang banyak di upload di google, entah sejak kapan mengalami kenaikan tidak dipublikasikan, tapi masih terjangkau dengan kisaran sebagai berikut:
-Kopi hitam dihargai 8k
-Kopi Susu dihargai 11k
- Es Teh/Es Jeruk 3k

Menu makanan dihitung terpisah, kayak mainan di toko sebelah :
-Nasi 2k 
-Sayur @7k (lodeh 7k, oseng 7k, jangan lombok 7k) agak mahal sih untuk ukuran satu jenis sayur doang 7k
-Tahu/Tempe 2k
-Telor 4k
-Ayam-ayaman yaaa, lupa

Nasi yang ditawarkan juga tidak hanya nasi putih, tapi juga ada nasi merah dan nasi tiwul yang Gunungkidul banget tentunya.

Semakin malam semakin syahdu sebenarnya, karena angin yang sembribit menambah tambah dingin. Namun, Kopi Panggang hanya buka sampai jam 22.00 WIB. Pastikan lampu kendaraan aman ketika pulang, karena jalanan belum ada pencahayaan dan masih gelap gulita segelap kenangan kita. 

Akhir kata, jangan sendiri kalau ngopi, bakalan sepi
Baca juga : Kopi Kali Petung


Melepas penat setelah pulang kerja atau kuliah terkadang perlu dilakukan oleh sebagian orang. Banyak cara yang dapat dilakukan, seperti jalan-jalan, jogging, makan bersama dan lain sebagainya. Selain beberapa cara tersebut, ngopi atau nongkrong di warung kopi menjadi salah satu cara melepas penat yang sekarang ini banyak dilakukan. Dengan menikmati secangkir kopi dan bercengkerama bersama teman-teman menjadi hal yang menyenangkan sambil menikmati suasana warung kopi yang terkadang syahdu.
 
Baca Juga : Review pengirman via JNE
 
Dari sekian banyak warung kopi yang ada di Jogja, warung Kopi Kampung Ambarukmo (KoKamBar) menjadi salah satu tempat ngopi yang ''recommended'' untuk nyantai di sore hari. Lokasinya bisa dicari di google maps dengan alamat "Kopi Kampung Ambarukmo" (yang jelas bukan di dalam ambarukmo plaza). Buka 24 jam kayak warnet, suasana dekat sawah dan dipinggir rel menciptakan suasana tersendiri. Disela-sela menikmati kopi dan 'rasan-rasan' bersama teman-teman, sesekali kereta melintas, sehingga terkadang bercanda harus di skip terlebih dahulu agar tetap lawakan tetap lucu. Selain kereta lewat, dari Kokambar juga dilintasi pesawat yang akan landing ke bandara Adisutjipto. 
Konsep bangunan warung kopi Kampung Ambarukmo cukup unik dengan aksen khas kampung, dan gubug dengan kayu tua. Ada juga tempat santai beratap langit yang sebenarnya lebih nyaman, hanya saja tetap harus 'ngiyup' ketika gerimis dan hujan deras. Dan, Musholanya terlalu kecil. Suasananya tenang karena jauh dari jalanan aspal, hanya suara kereta dan pesawat yang sesekali melintas. Bisa dibilang sangat tenang malah, karena musiknya sering mati, mungkin paket internetnya tidak unlimitted gak kuat buat streamingan youtube. Kadang juga playlistnya lagu cover-an yang kurang enak dengar, jadi kadang secara paksa Saya 'turn off'lewat hape Xiomai saya. (jangan ditiru). pegawai cafenya ya paling diem aja sambil nyari-nyari kenapa tiba-tiba layar mati -maafkan-

Harga menu kopi kampung Ambarukmo

Untuk harga menunya beragam, segelas kopi dihargai 5.000 - 15.000, diantaranya :
Kopi susu, kopi tanggung sekitar  8.000.
Es Kopi susu bisa sampai            15.000.
Kopi arabica dihargai                    5.000 atau 6.000
dan tersedia beberapa jenis kopi arabica, salah satunya arabica temanggung.
Bagi yang tidak terlalu suka kopi, ada juga menu minuman lain seperti:
Milkshake yang dihargai sekitar  15.000,
Susu                                                8.000
Teh tubruk                                      5.000
Teh tarik                                          8.000
Wedang uwuh                                 8.000 dan beberapa jenis lainnya.
Tersedia juga cappucino, moccacino dan latte, tapi sepertinya bukan racikan hanya kopi sachet dan dihargai bisa sampai                       9.000 (wow, ngrasa mahal).

Snack yang tersedia seperti:
Tahu cocol, mendoan, pisang goreng sekitar     8.000
Roti bakar, kentang goreng 'kayaknya'seharga 10.000 sampai 12.000 tergantung topping(lupa, belum pernah pesen menu ini, haha).
Singkong goreng ori                                           7.000 (menu favorit admin)

Untuk menu makanan berat yang tersedia,
Indomie seharga   7.000 tanpa telor, kalo pake telor 10.000, bawa mie telor sendiri dari kosan ya g usah beli
Nasi Ayam           15.000,
Nasi sop               10.000-15.000 tergantung sop biasa, luar biasa, dan luar biasa banget, haha.
Nasi pecel, harga 9.000 tanpa lauk, 10.000 pake tahu-tempe, yang pake ayam sama telor ya sekitar 12,000 sampai 15.000.
Nasi goreng        15.000, tapi bumbu nasi gorengnya sachetan. Ada juga Nasi Goreng vietnam, belum pernah pesen juga takut ada sianida.

Tapi, overall tempat ini sangat nyaman untuk nyantai sore, menikmati kereta dan pesawat lewat. Lebih nikmat lagi ketika suasana cerah, langit senja terlihat bagus dari tempat ini.

https://ijopeople.blogspot.com/2019/09/wajah-baru-kokambar.html







photo by Sri Rohyanti


     Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kembali menggelar pameran mata kuliah Informasi Dalam Konteks Sosial (IDKS) pada 26-27 Mei 2015. Dengan dihadiri Dekan Fakultas Adab, Dr. Zam-zam Affandi M.Ag dan juga kunjungan dari PAUD UIN Sunan Kalijag yang turut memeriahkan pameran ini. Dengan gagasan dari Ibu Labibah M.LIS selaku dosen IDKS sendiri, pameran ini selalu menampilkan ide dan kreasi yang berbeda pada setiap tahunnya. Mulai dari panitia penyelenggara dan peserta pameran, tempat pameran, dan tema pameran. Berbeda dengan tahun lalu yang diselenggarakan di depan convention hall UIN Sunan Kalijaga, pameran pada tahun ini diselenggarakan di Gelanggang Teater Eska. Diikuti oleh mahasiswa Ilmu Perpustakaan Angkatan 2013, pameran ini menampilkan tema yang sedang marak pada beberapa tahun berjalan ini. Jika pada tahun lalu mengangkat tema "Cerita Rakyat" yang belum banyak dikenal masyarakat, pada tahun ini mengangkat tema "Dolanan Anak". 
        Pameran yang free dan terbuka untuk umum ini, memilih tema yang sesuai dengan apa yang terjadi pada dunia anak akhir-akhir ini. Dimana anak-anak lebih memilih bermain gadget daripada bermain permainan-permainan tradisional.  Setidaknya ada 8 stand, 7 stand menampilkan permainan tradisional anak, dan 1 stand jurusan yang menampilkan hasil karya dan kegiatan jurusan ilmu perpustakaan. Setiap Stand menampilkan dolanan yang berbeda, ada stand jalangkung, stand jamuran, stand dolanan, stand empringku dolananku, stand dingklik oglak-aglik, stand Kreweng ameng-amengan waras, dan stand dolanan sunda. 
          Selain penampilan stand dolanan yang berbeda-beda, bentuk stand dan kreasi yang ada disetiap stand yang unik dan beragam, membuat pengunjung pameran merasa tertarik dengan pameran ini. Tak hanya dapat melihat apa yang ada di stand, pengunjung juga bisa menikmati dan mencoba permainan yang ada di setiap standnya. Seperti bermain enggrang, bermain gangsing, jamuran dan beberapa dolanan anak lainnya. Tak hanya itu, salah satu stand menyediakan panganan daerah berupa gatot dan tiwul dimana pengunjung juga dapat menikmatinya. 
         Tak hanya pameran, pameran ini juga dimeriahkan dengan kompetisi show and tell, dan juga terdapat talkshow pada tanggal 27, pukul 12.30 yang dinarasumberi oleh sastrawan jawa, Bapak Bambang Nur Singgih S.Sn dan dimoderatori oleh Fuad Wahyu. Talkshow yang membuat audience tercengang dengan tembang yang dilantunkan oleh bapak Bambang, juga mengajak audiensnya memainkan beberapa dolanan anak jawa, seperti dolanan kecik, dan gatheng. Pameran kemudian ditutup dengan pembagian hadiah pada pemenang kompetisi show and tell, dan juara masing-masing stand. Dengan diramaikan stand Empringku dolananku yang menghidupkan dolanan berupa "Long" pada setiap pembacaan juaranya, menambah penutupan pameran ini sangat meriah. 
         Dengan suksesnya pameran literasi dan budaya IDKS pada tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya, diharapkan pada tahun-tahun yang akan datang pameran ini lebih meriah dan mengusung tema yang lebih spektakuler lagi. 

Salam Librarian
Photo by Pustakasiana Zulqudsie
      
          Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga kembali dipadati mahasiswa dan beberapa  tamu undangan dalam acara Muslim’s Show goes to Indonesia. Setelah acara akademisi baca puisi yang diselenggarakan oleh MMPI yang didukung Teater Eska UIN Sunan Kalijaga dan jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga menarik audience dari civitas UIN maupun kampus luar UIN pada Senin 03 Maret lalu, pagi tadi, Rabu 12 Maret 2014 Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga kembali dipadati mahasiswa maupun tamu undangan dari UIN Sunan Kalijaga juga dari luar UIN Sunan Kalijaga. Mizan bekerjasama dengan jurusan Ilmu Perpustakaan S1 UIN Sunan Kalijaga menyelenggaarakan Public Lecture bersama dengan 3 (tiga) komikus muslim yang berasal dari Perancis. Ketiga komikus tersebut ialah Noredine Allam, Greg Blondin dan Karim Allam. Selain ke Yogyakarta, dalam kunjungannya di Indonesia tanggal 6 sampai 16 Maret ini, tiga komikus asal Perancis ini juga berkunjung ke Jakarta dan Bandung. Dalam kunjungannya ini, mereka mengenalkan komik buatan mereka yang berjudul the Muslim’s Shows yang garis besarnya berisi kehidupan umat muslim di Perancis.

          Kegiatan yang berlangsung di Teatrikal Perpustakaan UIN Suka ini dimulai pukul 08.00 WIB dibuka dengan penampilan dari band Papyrus dan grup musik Al-Jami’ah yang memukau pengunjung dengan musik gambusnya yang berirama dan syair ala timur tengah. Tak lama berselang, ketiga komikus berhidung mancung memasuki Teatrikal Perpustakaan dan disambut oleh seluruh audience yang berdiri menyambut kedatangan tamu istimewa ini. Bapak Ahmad Fatah selaku PD III Fakultas Adab dan Ilmu Budaya tak kalah menyambut tamu berkulit putih dengan mengenakan blangkon yang sudah dipersiapkan oleh panitia pada setiap komikus. Acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh mahasiswa Ilmu Perpstakaan semester 4 , Marsono, yang kemudian dilanjutkan dengan acara sambutan oleh Benny Ramdhani selaku Project Officer Muslim Show to Yogyakarta. Public Lecture Muslim ‘s Show ini di buka secara resmi oleh bapak Ahmad Fatah pada pukul 09.00 WIB dengan meniup peluit bambu yang sebelumnya dibagikan oleh panitia kepada seluruh hadirin secara bersamaan.

          Dialih bahasakan oleh bapak Ali – dosen Bahasa Perancis Vokasi Universitas Gadjah Mada, audience terdiam bengong mendengarkan penjelasan Noredine Allam dengan gaya bahasa Perancis yang cepat dan tidak dimengerti sebagian bahkan hampir seluruh hadirin. Noredine dengan gugup mencoba menjelaskan tentang the Muslim’s Show, yang menceritakan kehidupan umat muslim di Perancis. Noredine menuturkan bahwa pembuatan Moslem’s Show ini dimulai sejak tahun 2009. Awalnya, hanya potongan page-page kartun di Facebook saja, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, akhirnya The Muslim’s Show ini dibukukan dan dialih bahasakan dalam berbagai bahasa. Selain dibukukan, The Muslim’s Show ini juga di filmkan. Ide pembuatan kartun ini sebenarnya hanya dari ide dan pelajaran sederhana tentang permasalahan yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-harinya. Seperti pesan dalam salah satu halaman komiknya bertuliskan “ If they fight me, I respond wisely”.  Dalam pesan komik tersebut ide dari Noredine yang digambar oleh Greg Blondin yang kemudian diwarnai oleh Karim Allam, menggambarkan bahwa ada orang yang tidak suka dengan kita, menantang, mengungkapkan kebenciannya terhadap muslim, tapi si Muslim tersebut malah menawarkan madu, agar tenggorokan si orang tidak suka tadi tidak sakit karena sudah digunakan untuk berteriak-teriak.

          Selain penjelasan dari Noredine, public lecture yang di moderatori oleh Bapak Ainul Yaqin ini juga membuka kesempatan kepada audience untuk menanyakan unek-unek mereka kepada komikus yang duduk di podium. Sembilan penanya menanyakan pandangan mereka tentang kehidupan muslim di Perancis dan beberapa pertanyaan menarik lainnya. Di akhir acara, Greg mencoba mepratekkan bagaimana dia menggambar kartun tokoh komik di hadapan para audience. Ketiga komikus ini juga membuka kesempatan kepada audience yang memiliki buku “the Muslim’s Show”  untuk mengabadikan karikatur mereka dan ditandatangi oleh ketiga Komikus berbadan tinggi ini. Public lecture ini berjalan cukup baik, hanya saja pembicara merasa agak gerah karena kondisi ruangan yang overload oleh audience yang penarasan dengan ketiga komikus ini. Ibu Sri Rohyanti selaku Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan S1 UIN Sunan Kaljaga memberikan komentarnya ketika beberapa mahasiswa bertanya kesan acara ini. Beliau berkata bahwa, acara ini sangat bagus sekali, selain untuk public lecture bahwa komik juga bisa dijadikan bahan pustaka yang berfungsi rekreasi, acara ini memberikan ruang kreativitas mahasiswa Ilmu Perpustakaan sebagai Event Organizer acara ini. Selain itu, beliau juga memaparkan, mengapa acara ini di langsungkan di tatrikal perpustakaan, salah satu alasannya untuk menarik pengunjung agar perpustakaan lebih eksis lagi.



Newer Posts Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

My photo
Anik Nur Azizah

Anik Nur Azizah
Ekamas 48
Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga
View my complete profile

Follow us

Facebook  Twitter  Instagram 

POPULAR POSTS

  • Tak Perlu Basa Basi untuk Nongkrong di Kafe Basabasi
    Terlalu banyak basa basi sampai dia jadi milik orang itu sudah biasa terjadi. Pergi ke Kafe Basabasi untuk menepi, menyepi, sendiri dan ...
  • Menikmati Sore di Kopi Kampung Ambarukmo (KoKamBar) : nonton kereta dan pesawat lewat
    Baca juga : Kopi Kali Petung Melepas penat setelah pulang kerja atau kuliah terkadang perlu dilakukan oleh sebagian orang. Banyak...
  • Review Pengiriman Barang Via Wahana Prestasi Logistik
          Awalnya berkirim surat maupun barang bisa dilakukan melalui kantor pos. Namun kemudian, semua berubah ketika negara api menyerang. No...
  • Alasan Pohon Pulai Ditanam Di Gedung Perpustakaan
    Kenapa? karena semua butuh alasan, meskipun cinta tak butuh alasan. Bahkan menanam pohon saja juga ada alasan yang mendasarinya. Di Balai ...
  • Upacara Adat Cing-Cing Goling, Kisah Pelarian Kerabat Majapahit
    photo by: radarjogja "Cing-cing Goling", berasal dari menyingsingkan atau dalam bahasa Jawa "Cincing", dan "Go...
  • Kopi Panggang yang tidak dipanggang, dilengkapi Tiwul khas Gunungkidul
    Nah loh, gimana coba kopi Panggang tapi tidak dipanggang. Ya walaupun pembuatan kopi memang disangrai juga. haha Panggang yang dimaks...
  • Pameran Literasi dan Budaya #idks 2015
    photo by Sri Rohyanti      Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kembali menggelar ...
  • Wajah Baru Kokambar
    Photo by Dimas Catur      Saking menariknya KoKamBar (Kopi Kampung Ambarukmo), admin mereview sampai ketiga kalinya. Ekhem, dapet payun...
  • Islam Cinta di Kafe BasaBasi Sorowajan bersama Habib Husen Ja'far Hadar
    photo from twitter @arcotransept Malam Minggu admin kali ini 7/9/2019 sedikit berfaedah dengan nongkrong di Kafe Basabasi. Yang biasany...
  • Mojok di PW Coffeeshop with Kongdjie
         Biasanya admin suka ngopi sendiri di tempat ngopi yang besar dengan harga standar, seperti warkop di daerah Sorowajan. Kenapa? karen...

Categories

  • Bucin Time
  • Cerita
  • IDKS
  • Librarian Corner
  • Warung Kopi
  • Wisata

Blog Archive

  • ▼  2020 (7)
    • ▼  October (2)
      • Mampir Kopi n Susu Kembang Sawah
      • Review Pengiriman via JNE, Alhamdulillah Selalu Am...
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (4)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2014 (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
  • ►  2009 (1)
    • ►  March (1)

Total Pageviews

>

About Me


Anik Nur Azizah
Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia
ziezzhakky@gmail.com

Popular Posts

  • Tak Perlu Basa Basi untuk Nongkrong di Kafe Basabasi
    Terlalu banyak basa basi sampai dia jadi milik orang itu sudah biasa terjadi. Pergi ke Kafe Basabasi untuk menepi, menyepi, sendiri dan ...
  • Menikmati Sore di Kopi Kampung Ambarukmo (KoKamBar) : nonton kereta dan pesawat lewat
    Baca juga : Kopi Kali Petung Melepas penat setelah pulang kerja atau kuliah terkadang perlu dilakukan oleh sebagian orang. Banyak...
  • Review Pengiriman Barang Via Wahana Prestasi Logistik
          Awalnya berkirim surat maupun barang bisa dilakukan melalui kantor pos. Namun kemudian, semua berubah ketika negara api menyerang. No...

Copyright © 2019 Pustakaku.

Created by Anik Nur Azizah

Theme By Anik Nur Azizah