Pustakaku

Jalani, Tapi Jangan Sendiri

Copyright Anik Nur Azizah. Powered by Blogger.
  • Beranda
  • Cerita
  • Wisata
  • Warung Kopi
  • Librarian Corner
  • Bucin Time
     Biasanya admin suka ngopi sendiri di tempat ngopi yang besar dengan harga standar, seperti warkop di daerah Sorowajan. Kenapa? karena mau ngopi di tempat yang bagus takut mahal. Anak kos dengan gaji UMK Jogja harus bisa memanage gaji dengan baik. Apalagi cewek kan, belanja sabun sebulan bisa buat makan angkringan 2 minggu. belum lagi gincu, bedak, sunscreen, ele liner, eye shadow, maskara, sendal, sepatu, jarit, kebawa, rok, celana, baju pagi, baju siang, baju sore, baju tidur, baju kerja. Belum juga nurutin gengsinya. haha

     Kali ini lain, admin mencoba ngopi di salah satu coffeeshop, yakni PW Coffeeshop with KongDjie. Nama KongDjie adalah Ho Kong Djie seorang keturunan China di Pulau Belitung yang mendirikan kedai kopi sejak 1943 di Belitung. Dulunya Kedai kopi Kong Djie hanya salah satu kedai kopi kecil dari sekian banyak kedai kopi di Belitung. Belitung sendiri dikenal sebagai kota 1001 kopi. Dari mulai kedai kecil, Kedai KongDjie kemudian berkembang sampai di berbagai kota di Indonesia, termasuk di Jogja ada beberapa Coffeeshop KongDjie, salah satunya PW Coffeeshop with KongDjie. 

     PW Coffeeshop with KongDjie terletak di pojokan Lippo Mall, tepatnya di belakang Masjid Ash-Shidqie belakang Lippo. Jadi, di belakang Lippo Mall Jogja ada masjid Ash-Shidqie, di belakang masjid ada gang, di pojokan ada jalan ada coffeeshop, nah, disitu letaknya. Benar-benar di pojokan ya, PW Coffeeshop ini cukup kecil, nyempil dipojokan jalan. Bentuk bangunannya bukan seperti coffeeshop yang biasa admin kunjungi, bentuknya memang seperti kedai, di sebuah rumah. Tempatnya sangat nyaman, pelayanannya sangat ramah dan santai. 

     Hanya ada beberapa tempat duduk di bagian luar, mungkin 6 meja atau 7 meja. Di dalam juga ada soffa dan ber AC. tempatnya sangat bersih. Baik di luar maupun di dalam ruangan suasananya sangat tenang, hanya saja apabila di luar ruangan teganggu dengan satu dua motor yang lewat karena memang di tepi jalan. Pagarnya rindang oleh beberapa tanaman, sehingga menjadikan udara segar. Bagi anda yang ingin suasana segar di tengah perkotaan Jogja yang mulai padat, bisa mampir ke PW coffeeshop with KongDjie.

Menu PW Coffeeshop KongDjie

     Menu paling khas coffee shop ini tentu saja kopi, dengan beberapa olahan yang kopinya di roasting sendiri, bukan kopi abal-abal tentunya. Beberapa diantaranya:

kopi Hitam
Kopi Susu
Kopi Susu Panco
Cappucino
Americano
Espresso
Coffee Latte
dll

Ada beberapa menu cemilan juga seperti pisang panggang, singkong goreng dan ada juga menu gelato yang bisa untuk menemani bersantai.

     PW Coffeeshop juga menyediakan makanan yang sangat khas yakni mie siram. Mie siram sendiri merupakan mie yang disiram dengan kuah udang, dengan irisan mentimun dan topping emping melinjo. Dihidangkan dalam keadaan panas dengan rasa yang segar. apalagi dalam suasana hujan gerimis, lebih nikmat tentunya. Berapa harga mie siram? murah sekali tentunya, hanya 10 ribu saja gaeeeess...
     Jika anda anti kopi-kopi club, PW Coffeeshop with KongDjie juga menyediakan beberapa jenis minuman lain, seperti Teh-O atau seperti teh pada umumnya, teh susu, coklat susu, matca, dan matca latte. Untuk harga jangan khawatir, walaupun admin awalnya khawatir mahal, karena rasanya juga enak dan tempatnya seperti coffeeshop mahal memang. Untuk harga teh O hanya 3 ribu, harga minuman kopi dan teh lainnya hanya berkisar 5-12 ribu rupiah saja. Yang paling mahal adalah matcha latte dengan harga 12 ribu saja. 

     Jika Anda sudah lelah berkeliling Lippo atau sekitarnya, bisa Anda sempatkan untuk mlipir di PW Coffeeshop with KongDjie di pojokan Lippo. Tapi jangan terlalu pagi, dan jangan terlalu malam. Karena, kedai kopi ini hanya buka dari jam 15.00-20.00 WIB. Jadi, pulanglah sebelum dicari orangtua. Jangan lupa makan, sampai jumpa di akhir pekan.
     Dimana Turi? bukan di hatinya, tetapi di kaki gunung merapi. Sebuah kecamatan yang terkenal dengan salak pondohnya, dengan cuaca yang selalu dingin seperti sikap dia. Sebuah kecamatan dengan saluran irigasi yang airnya selalu mengalir tanpa takut kering. Diantara dinginnya Turi, diantara sela-sela pohon salak di kanan kiri jalan aspalnya, terdapat beberapa tempat nongkrong asyik di Turi. Turi-Turi Coffee salah satunya.


     Turi-turi Coffe, merupakan salah satu tempat nongkrong yang terletak di Kecamatan Turi. -ya jelas dong mbak- Beberapa orang mengaki kesasar datang di Turi-turi Coffee, padahal sebenarnya tempatnya cukup mudah ditemukan. Jika pengunjung dari arah jalan Palagan, dari perempatan pasar Turi ke kanan, naik ke arah Girikerto. sekitar 100m terdapat penunjuk arah di krii jalan, ikuti saja petunjuk arahnya, sampai di kiri jalan terdapat embung. Berbelok ke arah embung dengan mengitari 1/2 lingkar embung, dan akan sampailah Anda di Turi-turi Coffee. Dengan sebuah keadaan, ngopi, menghadap embung, melihat pemandangan gunung Merapi jika langit cerah. Jika Merapi sedang malu, hanya melihat pemandangan kanan kiri salak, di depan ada embung dan gumpalan mendung. 

     Jangankan ngopi sambil bercerita haha-hihi, di tempat dingin seperti di Turi-turi Coffee, makan Ind*mie menjadi 3 tingkat lebih nikmat, apalagi menyeripit kopi hangat, atau teh hangat, dengan bakmi jawa yang kemebul. Hanya saja, syahdunya perpaduan antara bercerita dan suasananya membuat admin lupa tidak mengabadikan beberapa makanan dan minuman yang di pesan. Makanan datang langsung sikat. Beberapa waktu lalu datang di siang yang cukup terik, sehingga tidak terlalu dingin, dan setelah kondangan sehingga masih kenyang. Memesan es lemon dan lumpia, dan ternyata maknyus. Memang makanan dan cemilan di Turi-turi Cofee cukup enak, teramasuk pisang gorengnya. 

Harga Makanan Dan Minuman


Harga standar kafe. Terdapat beberapa jenis olahan kopi, seperti machiato, latte, greentea latte dan beberapa lainnya dengan harga 20-25 k
Harga minuman yang lain juga menyesuaikan, seperti es teh, es jeruk, lemon squash, dari 3-20k
Harga cemilan standar, seperti dibeberapa tempat nongkrong lainnya 10k
Harga makanan berat seperti bakmi, nasi goreng sekitar 25k bonus es teh
Ada beberapa jenis arabica dan robusta dari beberapa daerah, tapi harganya kurang tau.

    Datang di siang hari, dan Anda dapat memilih tempat. Mulai jam 3-an tempat ini cukup ramai. Bahkan, semakin sore semakin ramai. Ada 3 pilihan tempat yang disediakan:
Di bagian depan cafe
-Di bagian depan memang kursi dan mejanya egois, tidak disusun melingkar, hanya dapat ditempati kelompok kecil atau berdua. menghadap ke embung, dan syukur-syukur merapi bila kelihatan.

Di bagian dalam
-Ada tempat memesan orderan disini. Ada banyak kursi dan meja untuk partai besar. bisa beramai-ramai dan pastinya tidak takut kehujanan. Tempatnya remang-remang tapi cukup terang untuk mengenali wajah teman Anda. 

Di bagian tengah
-Ada sedikit taman kecil, hanya bisa digunakan untuk ngobrol berdua saja. dan kursi panjang yang lumayan untuk ndlosor. Serta dari sini dapat melihat pohon salak di bagian kanan kiri kafe. terkadang juga sedikit ditanami padi. 


       Di bagian belakang sebenarnya juga terdapat tempat prasmanan. Ada beberapa masakan jawa dan rasanya kurang begitu tahu, karena belum pernah mencoba. Kapan-kapan lagi mungkin. -jika ada yang menemani. Di patok harga 25k, tetapi All you can Eat, bisa ambil semua sayurnya, haha. 

Sembari kulakan salak, bisa mungkin mampir kesini. 


Kuliner, sebuah kebutuhan, gengsi, atau sekadar menjadi sebuah rekreasi dari kepentingan rasa. Entah rasa yang pernah ada maupun rasa yang tertinggal. Makan adalah sebuah kebutuhan untuk menyambung hidup, sedangkan kulineran merupakan kebutuhan, ajang gengsi untuk sekadar "aku pernah mencicipinya", atau menjadikan sebuah ketergantungan memanjakan lidah, "enak nih, pengen kesana lagi". 

Di Jogja, ada beragam kuliner menarik, unik, tapi tidak membuat kantong panik. Ratusan, bahkan jutaan jenis makanan mungkin dapat ditemukan di Jogja, dengan harga yang biasa aja, terjangkau, bahkan "ah, murah". Tidak hanya sekadar untuk "aku pernah makan disana", tapi juga mengajak "disana enak, ayuk kesana lagi". Bukan tentang dia, tapi tentang rasa, dan harga tentunya. Rasa enak, harga bersahabat, itulah yang membuat banyak kuliner di Jogja tetap ramai dan eksis.


Salah satu kuliner yang "mungkin" lumayan terkenal adalah Ayam Cha Do Jo. Menjadi menu favorit di RM. Pesona Sabin. Sebuah rumah makan yang lokasinya dekat dengan Ambarukmo Plaza, tapi cukup membuat google maps migrain. Di belakang Ambarukmo Plaza ada gapura gang, lurus, mentok naik ke kiri. Atau jika lewat Nologaten, depan bakso Klenger Ratu Sari ada jalan paving perumahan, mentok, lurus naik, ambil kiri. Rumah makannya memang sangat "jepit", tapi ramainya luar binasa. Kalau sudah lewat magrib, kudu sabar pokoknya antri disini, dari pesan sampai makan bisa 2 jam. Disambi main uno bisa 3 puteran. 

RM Pesona Sabin ini menyediakan beberapa menu, seperti nasi goreng, capcay, bakmi, kwetiau, cha udang dan menu favoritnya adalah Ayam Cha Do Jo. Ayam Cha Do Jo merupakan sebuah glondongan potongan ayam yang dibalut tepung, disiram dengan kuah capcay saos merah, ada tahunya, sayurnya, jamurnya, krupuknya, dan ada perhatiannya. haha. Satu porsinya kenyang dimakan sendiri, beberapa manusia dengan perut super masih kuat nambah seporsi nasi. Menu ini memang favorit, ada ayam, ada tepung, di piringnya berendam kuah merah, panas, muda,beda dan berbahaya. 

Harganya tidak perlu khawatir mahal, seporsi ayam cha, dan es teh hanya Rp. 16.000,-. Tambah nasi hanya Rp. 2.000,-, sabarnya yang berjuta-juta menanti makanan datang. Selain Ayam Cha Do Jo, kwetiaunya juga enak, capcaynya juga. Kadang pas mau makan mikir, beli capcay ah, atau beli kwetiau, pas sampai disana seperti ada bisikan "Ayam Cha aja". Akhirnya pesan ayam cha lagi, ayam cha lagi. Harga semua menu sama, yakni Rp.14.000,-. Hanya harga diri dan kesetiaan yang mahal.

Bagi kamu, kamu, dan kamu yang belum pernah mencoba, boleh nih coba-coba. Kadang, awalnya memang coba-coba, lama-lama bisa ketagihan. 
     Jogging merupakan salah satu mengisi waktu luang yang sehat, dan tanpa boros. Beberapa orang suka jongging di JEC maupun GSP-UGM. Tapi jogging di dua tempat tersebut tetap saja penat tidak banyak berkurang karena sama saja melihat gedung lagi, gedung lagi. Admin suka jogging di tempat yang bernuansa alam, jauh dari gedung tinggi, jauh dari asap kemebul, dimana lagi tempatnya, yaps, di embung Tambakboyo. Sebuah embung yang menggunakan nama Boyo tapi sejatinya tidak ada boyo ngambang di embung ini. Tambakboyo merupakan salah satu tempat perjoggingan favorit di Jogja karena ada airnya, ada ikannya, dan ada anjing yang lucu-lucunya. Bonusnya ada mas-mas bening-bening, dan bisa ngrecokin bapak-bapak yang lagi mancing juga. Di sore hari banyak jajan yang dapat dibeli untuk nyambi ngemil (yang membuat jogging menjadi sia-sia). Jika anda punya keinginan, dan juga punya uang, di Tambakboyo juga memiliki spot untuk kelas berkuda. Hanya saja, banyak sampah yang mengganggu ikan-ikan yang berenang kesana kemari dan tertawa. Sampah-sampah yang mengambang seperti status kita. Mengambang, tidak dapat diurai, tapi masih tetap ada, menimbulkan endapan, dan luapan emosi. 
     Jogging di Tambakboyo pada pagi hari juga sama asyiknya, udara lebih segar, orang mancing lebih banyak, biaya parkir juga sama, 2000 rupiah. Beberapa warung juga buka, menyediakan gorengan, kopi dan juga nasi kucing. Salah satu warung yang sering admin 'ampiri' adalah angkringan Ramingkem. Sebenarnya, tidak mirip angkringan tapi lebih mirip rumah makan. Mungkin karena memiliki gerobak angkringan, sehingga menobatkan dirinya sebagai angkringan. 

     Seperti gerobak angkringan pada umumnya, terdapat sego kucing, gorengan, sesatean ala angkringan, baceman, beraneka minuman sachet, tanpa ceret. Tidak adanya ceret di gerobak angkringan Ramingkem mengurangi sekian persen ke-hakikian sebuah angkringan. Tapi, tidak begitu masalah, karena kita tetap dapat pesan wedang. Makanan ambil sendiri, bayar pas selesai makan. Pesan minum saja juga bisa, sembari menikmati pemandangan embung Tambakboyo dan melihat indahnya pemandangan abang-abang tampan berkeringat. Jangan khawatir diusir di angkringan Ramingkem karena kelamaan nongkrong, karena angkringan ini memiliki sebuah moto "Gratis Nggambleh sa' blengere", sehingga kita diijinkan untuk nongkrong selama apapun disini. Harganya sedikit lebih mahal, tetapi juga termasuk terjangkau untuk bangsa mahasiswa. 







     Selain beberapa menu yang tertera, angkringan Ramingkem juga memiliki menu khas yakni nasi goreng dan Tongteng (Tongseng+tengkleng) ayam kampung. Angkringan Ramingken terkonsep seperti warung makan, luas, bersih, dapat digunakan untuk nggambleh, dan diskusi. Selain tempatnya yang adem karena di bawah pepohonan, terdapat mushola dan kamar mandi yang bersih. Bangunan aksen bambu yang sangat tradisional, dengan beberapa kata-kata mutiara yang menusuk kalbu. Pemilik angkringan ini juga ramah, sehingga kita berasa makan di rumah sendiri, tapi tetap bayar. 

     Embung Tambakboyo secara umum menjadi tempat yang sangat tepat untuk menjaga kesehatan raga, dan jiwa karena pemandangan embung yang dapat menghilangkan penat. Dan beberapa warung yang dapat menghilangkan lapar, salah satunya angkringan Ramingkem. Rumah makan menyamar angkringan yang menjadi media penunjang pengunjung Tambakboyo untuk mangap meng-ghibahkan manusia di lingkungan Anda. Tanpa Anda sadari, jogging yang dilakukan menjadi sia-sia karena lemak yang terbakar dengan cepat tergantikan oleh cemilan yang menarik Anda untuk melahapnya. Bayangkan! Bagi manusia seperti admin ini, jogging di Tambakboyo merupakan sebuah tempat alibi berlari dari problematika duniawi. Karena kenyataannya, 0% Jongging, 40% Mbadog, dan 60% Mbacot. Jogging hanya sebuah status, agar dapat diupdate

   Saya, admin blog ini, mengucapkan, jangan lupa sarapan . . .





     Kafe 80's Bocor Alus merupakan salah satu kafe di Jogja (yaiyalah). Terletak di selatan Ringroad Selatan, di Jl. Parangtritis, selatan pyramid masuk gang ke kiri, di kiri jalan, bisa mencari sendiri di maps. Jangan nyasar di hati dia yang tidak mengharapkanmu. Kafe ini memiliki tempat parkir yang terpisah, Kafe di timur jalan, dan tempat parkir di barat jalan. Kafe terletak di area pedesaan, sehingga suasananya tenang, dekat dengan sawah sehingga angin semilir sampai jauh. Buka dari jam 10.00 pagi hingga malam, hingga dia menjadi milik orang. Pelayanan pemesanan cukup cepat, nunggu kepastian dari dia yang lama.

     Meskipun Kafe 80's Bocor Alus nyempil dan tidak punya tetangga kafe seperti kafe-kafe di daerah Sorowajan, kafe ini lumayan ramai dan mungkin akan kembali admin kunjungi. Suasananya benar-benar syahdu, tenang, dan nganyeli. Yang membuat nganyeli adalah tulisan-tulisan diberbagai sudut dan ornamen kafe. Banyak sekali tulisan lucu, nyeleneh, saru, tapi jika dipikir-pikir, ya bener juga sih. Membaca beberapa tulisan yang ada kadang pake mikir, padahal admin paling males mikir. Awalnya pas baca, "Kog, gitu sih", "sik, bentar,. .", "kayaknya agak saru deh", dan pada akhirnya " iya juga sih, bener-bener, haha". Dilihat sepintas, Kafe Bocor Alus mirip majalah dinding, ramai, warna-warni, unik. keunikan tidak hanya pada tulisan yang membuat mikir, akan tetapi banyak ornamen kuno dan ndeso yang dipasang. Bahkan ada mesin ketik yang mungkin dibuat sebelum Belanda datang di Indonesia. terdapat kursi yang sengaja digantung di depan kamar mandi, bahkan piringnya juga dijemur. Gimana mau makannya coba? Ada beberapa tanaman yang juga ditanam antara niat dan tidak oleh pemilik kafenya. Kafe ini cukup instagramable untuk foto, atau tergantung kamera, atau mungkin tergantung objek fotonya juga, atau, tergantung dia suka apa enggak. 
Berikut beberapa tulisan dan ornamen yang terdapat di Kafe 80's Bocor Alus. 

Harga Menu di Kafe 80's Bocor Alus

     Seperti kafe-kafe pada umumnya, Kafe 80's Bocor alus menyediakan berbagai macam menu dan cemilan, dengan harga standar, standar lebih tinggi jika dibanding dengan beberapa kafe di Sorowajan. Cemilan beragam, menyediakan makan apabila pengunjung lapar, dan menyediakan minum apabila pengunjung kafe haus, asalkan bayar. Harga minuman mulai 5k-20k. sedangkan cemilan di atas 10k. untuk makanan juga tergolong lumayan, yaa, luamayan, Harga Indomie telur dibandrol 14 ribu. Harga terjangkau, asal punya uang atau punya gebetan yang sanggup bayar. Tidak terlalu mahal sebenarnya, karena kafe ini juga menyediakan ornamen dan tempat yang unik untuk ngobrol ceria. 






     Bagi kamu-kamu yang tidak pernah meninggalkan ibadah sholat 5 waktu, kafe 80's Bocor Alus juga menyediakan mushola, yang cukup untuk 1 orang saja. Bagi kamu-kamu yang suka sholat berjamaah untuk mendapatkan padahal 27 derajat, silahkan datangi mushola dan masjid terdekat. 

Sayang kalo enggak dipost. Niatnya ikut lomba tapi kalah, jadi konten blog aja kan lumayan. Tidak ada perjanjian bahwa karya milik panitia. Haha

Jadi gini . . .



Setiap orang pastinya memiliki impian, baik rumah impian, pekerjaan impian, keluarga impian, dan bahkan perpustakaan impian. Seperti apa perpustakaan yang kemudian diimpikan? Apakah seperti Grhatama Pustaka? Bisa jadi iya, bisa jadi lebih dari Grhatama Pustaka. Secara awam, perpustakaan diketahui sebagai gedung yang menyimpan buku untuk dipinjamkan kepada pemustakanya. Kemudian perpustakaan berkembang, memiliki ruang baca yang dibuat nyaman untuk membaca, memiliki beberapa ruangan lain seperti audio visual, ruang digital, sedikit taman, bahkan memiliki kantin.
Kebanyakan perpustakaan kemudian berlomba menjadi “instagramable” agar terlihat menarik, padahal fungsi rekreasi merupakan salah satu fungsi saja. Perpustakaan impian tidak melulu tentang kemegahan gedung, ornamen, dan hiasan dinding. Dalam sebuah keinginan, penulis memiliki dua pandangan berkaitan dengan perpustakaan impian, yakni secara realistis dan secara dramatis. Berikut penjelasan secara singkat :
A.Perpustakaan Impian Secara Realistis
   Perpustakaan impian secara realistis dapat dikatakan sebagai keinginan yang dapat diwujudkan secara nyata dan kemungkinan besar dapat dilakukan untuk mengembangkan sebuah perpustakaan. Impian ini dapat diwujudkan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan kebutuhan penunjang bagi pemustaka agar dapat secara efektif dan efisien mendapatkan informasi di perpustakaan. Ada beberapa gambaran sederhana terkait dengan perpustakaan impian secara realistis, diantaranya :
1. Sesuai Fungsi Perpustakaan
Perpustakaan memiliki fungsi sebagai sumber informasi, sarana pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat serta fungsi rekreasi. Beberapa dari fungsi tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh perpustakaan. Keterbatan ruang dan koleksi tidak sesuai dengan tingginya kebutuhan informasi. Impian dari fungsi perpustakaan sederhana, yakni semua perpustakaan terintegrasi tanpa tapi. Dimana pemustaka bisa mendapatkan sumber informasi, mendapatkan pendidikan, melakukan penelitian, berkontribusi dalam pengabdian masyarakat, dan juga berekreasi dimanapun perpustakaan berada. 
2.Memiliki carrel Room kedap suara
.Carrel Room di perpustakaan hanya sebatas ruang sekat agar tidak terganggu dengan suasana di luar carrel. Padahal, tipe belajar setiap pemustaka berbeda. Ada yang kemudian suka mendengarkan musik, sambil bertelfon atau video call, dan beraktivitas lain sembari mengerjakan tugas dan belajar. Suara tersebut dapat terdengar sampai luar carrel, sehingga pemustaka kurang leluasa bersuara di dalam carrel. Bahkan ada juga tipe orang yang kemudian belajar, sambil menyanyi secara keras. Dengan carrel kedap suara, pemustaka lebih leluasa menikmati cara belajarnya.
3. Menyediakan Gadget Pustaka.
Perpustakaan menyediakan sudut perpustakaan dengan sofa beberapa gadget atau tablet yang dapat digunakan untuk pemustaka sembari menunggu atau ketika bosan di ruang baca. Gadget diisi dengan bacaan-bacaan ringan, koran digital, komik, dan bahan bacaan lainnya. Tidak ada syarat khusus untuk pemustaka meminjam gadget ini, dan perpustakaan tidak perlu khawatir kehilangan karena gadget dihubungkan dengan kabel pengaman seperti di toko smartphone atau laptop.
4. Terdapat minimarket
Adanya kantin di perpustakaan sudah menjadi hal yang biasa, tetapi adakah perpustakaan yang menyediakan minimarket? Terkadang pemustaka membutuhkan beberapa peralatan atau perlengkapan untuk belajar yang tidak dapat dipinjam kepada petugas. Bisa jadi pemustaka membutuhkan batterai mousenya, atau rautan untuk pensil, jepit rambut, peniti jilbab, dan benda-benda kecil yang tidak dapat disediakan oleh petugas.

B. Perpustakaan Impian Secara Dramatis
       Sah-sah saja kemudian memiliki sebuah khayalan, karena di jaman yang terus berkembang bisa jadi kecepatan cahaya benar-benar berlaku untuk mempercepat sebuah perpindahan atau bahkan ilmu santet dapat dijelaskan secara ilmiah. Sedikit banyak mendramatisir perpustakaan yang diimpikan, perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi untuk dibaca, dan dicerna oleh pemustaka. Akan tetapi perpustakaan kemudian menyediakan koleksi yang dapat menjelaskan dirinya sendiri kepada pemustaka. Buku menjadi sebuah benda mati dengan jutaan dimensi yang dapat menembus intuisi dan dapat diajak pemustaka untuk berinteraksi.
Pernah suatu ketika Ibu Labibah Zain, Dosen Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, menyampaikan pada perkuliahan beliau, bahwa perpustakaan adalah kuburan pemikiran dari penulis buku tersebut. Bisa dibayangkan ketika berjalan menyusui rak-rak buku di perpustakaan kemudian muncul kepala-kepala dari masing-masing buku. Menceritakaan apa yang tertulis di dalamnya, membisikkan ajakan-ajakan untuk mengambil dan membawanya pulang untuk kemudian saling bercanda. Ketika buku dibuka, terdapat ilustrasi seperti pada film Harry Potter, dimana gambar bisa berbicara. Interaksi buku dan pemustaka seperti komunikasi makhluk pada filem “PK”. Dimana komunikasi tidak dilakukan secara lisan, akan tetapi dengan saling berpegang tangan, dan masing-masing tau apa yang disampaikan.

Tidak semua impian harus diwujudkan, setidaknya dengan berani bermimpi akan ada semangat untuk bangun dan mewujudkan satu persatu mimpi tersebut. Dengan perpustakaan impian yang pernah dituliskan, setidaknya ada satu dua hal yang dapat ditumbuh dan kembangkan oleh perpustakaan untuk melaksanakan tugasnya memenuhi informasi yang dibutuhkan. 

      Awalnya berkirim surat maupun barang bisa dilakukan melalui kantor pos. Namun kemudian, semua berubah ketika negara api menyerang. No, bukan itu. Namun, sekarang ini, selain kantor pos sudah banyak jasa pengiriman, baik surat, barang maupun mantan. Salah satunya yakni Wahana Prestasi Logistik, biasanya disebut juga Wahana Express. Selain JeeNE, JeeNTe, JeETe, dll, Wahana cukup populer dan terkenal paling murah diantar sekian jasa pengiriman. Tapi, aman tidak? Jangan-jangan sampainya lama kayak nunggu dia peka?

Baca juga: Review Pengiriman via JNE

  Berikut kisah admin menggunakan jasa layanan Wahana untuk pertama kalinya.

     Kenapa menggunakan Wahana? Karena belum gajian, dan ada teman ngidam yang minta dikirimi makaroni dari Jogja (admin berada) ke Bogor (si bumil). Sudah beli makaroni, tiba-tiba pas mau kirim, duit gak ada. Gimana dong? Biasanya admin menggunakan JeeN wa akhowatuha, dengan ongkir berkisar 20k, kemudian teringat seorang teman yang sering menggunakan jasa Wahana karena "murah".

Akhirnya, admin memutuskan untuk menggunakan jasa Wahana, tanpa cek biaya kirim secara online. Padahal, sebenarnya bisa cek dulu di www.wahana.com. Akan tetapi, semua sudah terlambat karena sebuah "kemrungsung", ngladenin bumil. Kalau kelamaan, anaknya lahir ngeces gimana, kalo pas nyampe kelamaan, g jadi ngidam ini gimana? Panik sudah. Rabu sore jam 16.00  selesai packing, lihat google maps, wahana munggur tutup jam 18.00 ,langsung gas. Tanpa tanya teman, tanpa lihat review, dan tanpa undangan, langsung yakin untuk kirim.

     Sesampainya di wahana Munggur, jam 16 lebih sekian, dan mas yang jaga mengatakan, bahwa last pick up jam 3 sore, jadi paket dikirim besok, estimasi 2 hari. Dan anda tahu berapa biaya Jogja-Bogor untuk 1kg lebih dikit makaroni? Hanya 7 ribu rupiah. Murah, meriah, banget. Kawatir tidak sampai? Pasti. Apa yang admin lakukan? Baca review. Review beda-beda bikin deg-degan. Metode lain yakni, call a friend, menanyakan pengalaman dia menggunakan Wahana. Dia berkata, "paketku wingi ketlingsut dek lewat wahana, ndadak ngurus bla bla bla bla, chapter 1, 2, 3 until last exam". Semakin kawatir pastinya.

     Dan yang paling bikin deg-degan, si bumil saking ngidamnya, ribut tanya kapan si makaroni sampai. Baca resi, estimasi 2 hari kerja. Wait, 2 hari kerja. Hari kerja dalam benak admin adalah Senin-Jumat. Admin kemudian berfikir "ke Wahana Rabu sore, Kamis jam 15.00 baru di pick up, Jumat seharian, Sabtu-Minggu libur, Senin baru sampai. Ya Allah, keburu si bumil meong-meong. Akhirnya, hanya bisa khusnudzon, berdoa, dan bertawakkal pada Allah Yang Maha Esa. Dan Kamis pagi, baru kemudian mengirimkan foto bahwa paketan sudah tak antarkan ke jasa pengiriman. Dan apa yang terjadi, si bumil mengabari kembali "Alamatnya kurang, harusnya "Komplek Puri 6", itu kamu nulisnya kurang angka 6, ada 12 komplek disini, kalo gak nyampe gimana, aku nunggunya lama gimana, bla bla bla". Omaygaaad, kekawatiranku berintegral dan berkwadrat. Sudah ruwet, admin pasrah.

     Tiap jam seperti orang kasmaran, buka cek resi online. Khawatir tidak sampai? Khawatir kurirnya bingung? Khawatir bumilnya meong meong? Khawatir dia jalan sama yang lain? Ya, pasti. Singkat cerita, Sabtu pagi tidak buka resi online. Admin berfikir bahwa kemungkinan dari 2 hari kerja tercepat akan sampai pada hari Senin. Tapi apa yang terjadi? Sabtu siang si bumil meong-meong lagi. Kenapa? Yuhuuuu, paketan sudah sampai. Kebahagian si bumil mendapatkan obat nyidamnya terbayarkan, admin yang khawatir sampai kurus kering cuman mikirin makaroni.
Singkatnya, perjalanan makaroni dapat digambarkan sebagai berikut :

Selasa : digoreng sama abangnya
Rabu : (siang) admin beli
             (Sore) diantar ke Wahana
             (Nginep di Wahana)
Kamis : di pick up, dan memulai perjalanan kr Bogor bersama orang yang tidak dia kenal
Jumat : terkatung-katung dijalanan
Sabtu  : sudan bersama bayik di dalan perut dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apapun

Lebih singkatnya, Kamis diantarkan, Sabtu sampai.

Rabu, makaroni siap berpetualang
Sabtu, makaroni sampai tujuan
Kesimpulan menggunakan Jasa Pengiriman Wahana:
Baca Juga : Review pengiriman Via JNE
 
-Biaya Jogja-Bogor (1kg) hanya 7 ribu rupiah
-Petugas memberikan penjelasan terlebih dahulu agar customer tidak shock terkait jadwal pengiriman
-Paket sampai sesuai estimasi, yakni 2 hari kerja.
-Memiliki banyak outlet, dengan jam tutup yang berbeda. Sehingga dapat lebih fleksibel mengirimkan paket (Bisa dicek di google maps)
-Untuk mengetahui estimasi biaya kirim, customer dapat melakukan cek sendiri melalui www.wahana.com
-Tracking paket terpercaya, melalui www.wahana.com

     Semoga tetap murah Wahana, jadikan mengirim paket secara hemat tidak hanya sekadar wacana. Piss lof en gawlll.





Newer Posts Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

My photo
Anik Nur Azizah

Anik Nur Azizah
Ekamas 48
Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga
View my complete profile

Follow us

Facebook  Twitter  Instagram 

POPULAR POSTS

  • Tak Perlu Basa Basi untuk Nongkrong di Kafe Basabasi
    Terlalu banyak basa basi sampai dia jadi milik orang itu sudah biasa terjadi. Pergi ke Kafe Basabasi untuk menepi, menyepi, sendiri dan ...
  • Menikmati Sore di Kopi Kampung Ambarukmo (KoKamBar) : nonton kereta dan pesawat lewat
    Baca juga : Kopi Kali Petung Melepas penat setelah pulang kerja atau kuliah terkadang perlu dilakukan oleh sebagian orang. Banyak...
  • Review Pengiriman Barang Via Wahana Prestasi Logistik
          Awalnya berkirim surat maupun barang bisa dilakukan melalui kantor pos. Namun kemudian, semua berubah ketika negara api menyerang. No...
  • Alasan Pohon Pulai Ditanam Di Gedung Perpustakaan
    Kenapa? karena semua butuh alasan, meskipun cinta tak butuh alasan. Bahkan menanam pohon saja juga ada alasan yang mendasarinya. Di Balai ...
  • Upacara Adat Cing-Cing Goling, Kisah Pelarian Kerabat Majapahit
    photo by: radarjogja "Cing-cing Goling", berasal dari menyingsingkan atau dalam bahasa Jawa "Cincing", dan "Go...
  • Kopi Panggang yang tidak dipanggang, dilengkapi Tiwul khas Gunungkidul
    Nah loh, gimana coba kopi Panggang tapi tidak dipanggang. Ya walaupun pembuatan kopi memang disangrai juga. haha Panggang yang dimaks...
  • Pameran Literasi dan Budaya #idks 2015
    photo by Sri Rohyanti      Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kembali menggelar ...
  • Wajah Baru Kokambar
    Photo by Dimas Catur      Saking menariknya KoKamBar (Kopi Kampung Ambarukmo), admin mereview sampai ketiga kalinya. Ekhem, dapet payun...
  • Islam Cinta di Kafe BasaBasi Sorowajan bersama Habib Husen Ja'far Hadar
    photo from twitter @arcotransept Malam Minggu admin kali ini 7/9/2019 sedikit berfaedah dengan nongkrong di Kafe Basabasi. Yang biasany...
  • Mojok di PW Coffeeshop with Kongdjie
         Biasanya admin suka ngopi sendiri di tempat ngopi yang besar dengan harga standar, seperti warkop di daerah Sorowajan. Kenapa? karen...

Categories

  • Bucin Time
  • Cerita
  • IDKS
  • Librarian Corner
  • Warung Kopi
  • Wisata

Blog Archive

  • ▼  2020 (7)
    • ▼  October (2)
      • Mampir Kopi n Susu Kembang Sawah
      • Review Pengiriman via JNE, Alhamdulillah Selalu Am...
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (4)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2014 (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
  • ►  2009 (1)
    • ►  March (1)

Total Pageviews

>

About Me


Anik Nur Azizah
Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia
ziezzhakky@gmail.com

Popular Posts

  • Tak Perlu Basa Basi untuk Nongkrong di Kafe Basabasi
    Terlalu banyak basa basi sampai dia jadi milik orang itu sudah biasa terjadi. Pergi ke Kafe Basabasi untuk menepi, menyepi, sendiri dan ...
  • Menikmati Sore di Kopi Kampung Ambarukmo (KoKamBar) : nonton kereta dan pesawat lewat
    Baca juga : Kopi Kali Petung Melepas penat setelah pulang kerja atau kuliah terkadang perlu dilakukan oleh sebagian orang. Banyak...
  • Review Pengiriman Barang Via Wahana Prestasi Logistik
          Awalnya berkirim surat maupun barang bisa dilakukan melalui kantor pos. Namun kemudian, semua berubah ketika negara api menyerang. No...

Copyright © 2019 Pustakaku.

Created by Anik Nur Azizah

Theme By Anik Nur Azizah